Sumber berita: KOMPAS. N0 54 THN-54 SELASA 21 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.com

Menteri Masuk Tim Kampanye

Posisi ketua tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanti Jokowi. Sementara tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno dipimpin oleh Djoko Santoso.

 

JAKARTA, KOMPAS - Sejumlah menteri Kabinet Kerja masuk dalam tim kampanye nasional pasangan bakal calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum. Kehadiran nama-nama menteri diklaim tidak akan mengganggu kinerja pemerintah.

Para sekretaris jenderal partai politik pengusul dan pendukung pasangan Joko Wido- do-Ma’ruf Amin mendatangi Gedung KPU di Jakarta, Senin (20/8/2018), dengan mengendarai sepeda motor besar. Mereka menyerahkan daftar nama Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Keija untuk melengkapi daftar sebelumnya

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yang juga sekretaris tim kampanye nasional, Hasto Kristiyanto mengatakan, masuknya sejumlah menteri sebagai dewan pengarah tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan. ’’Pengarah itu sifatnya mengarahkan. Sementara penasihat lebih ke aspek-aspek kebangsaan, nilai-nilai fundamental yang harus dijaga tim jangan sampai kampanye memecah persatuan bangsa,” kata Hasto.

Ada sekitar 150 nama dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi anggota dewan pengarah bersama, antara lain, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pramono optimistis roda pemerintahan tidak terganggu. ”Hal yang pasti pemerintahan tidak akan terganggu karena sebagai presiden incumbent, beliau menitikberatkan pada keija yang sudah dilakukan selama ini,” tutur Pramono.

Sementara posisi ketua tim kampanye masih lowong. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan, faktor keseimbangan perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah turut dikaji. ’’Suara satu orang saja penting, apalagi suara Muhammadiyah. Pak Mahfud MD penting, Pak Din Syamsuddin penting. Namun, harus ada kemauan, motivasi, kesungguhan, ini yang butuh waktu,” katanya

Bisa diubah
Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menuturkan, tim kampanye Joko- wi-Ma’ruf hanya melengkapi struktur tim sehingga lebih detail dan masih bisa diubah sehari menjelang masa kampanye, 23 September 2018.

Sementara tim kampanye nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno sampai saat ini masih dibahas sehingga nama-nama yang masuk tim dirahasiakan. Tak hanya itu, struktur tim pemenangan juga belum tuntas disusun.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Djoko Santoso seusai rapat membahas tim pemenangan Prabowo-Sandiaga di DPP Gerindra, Jakarta, mengatakan, rapat belum memutuskan struktur tim pemenangan. Rapat juga belum memutuskan figur dari empat partai pengusung atau dari luar partai yang mengisi struktur tim.

’’Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dan dengan prinsip hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai nanti keputusan diambil lalu ada ralat-ralat,” ucapnya

Sementara mengenai dirinya yang telah diminta Prabowo sebagai ketua tim pemenangan, Djoko mengatakan, hal itu pun telah disetujui oleh tiga partai mitra koalisi. Namun, persetujuan baru sebatas lisan. ’’Secara lisan tidak ada yang keberatan, tetapi tertulisnya belum. Kita tunggu saja,” katanya.

Terkait hal ini, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, memastikan Djoko menjadi ketua tim pemenangan Prabowo- Sandiaga. ”1,000 persen Djoko Santoso menjadi ketua tim pemenangan,” ujarnya. (GAL/AGE/APA/NTA)

menu
menu