Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: Global-News.co.id

Menu Nusantara bagi Jemaah

Nasrullah Nara
dari Mekkah, Arab Saudi

Pemerintah mengontrak 36 perusahaan jasa boga untuk menyediakan menu makanan bercita rasa Nusantara bagi jemaah haji. Bumbu didatangkan dari Indonesia agar jemaah merasa nyaman.

MEKKAH, KOMPAS - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia memastikan ketersediaan pasokan makanan bagi jemaah haji selama berada di Arab Saudi, termasuk saat berada di Mekkah untuk menunaikan wukuf (puncak haji). Demi kenyamanan jemaah, menu makanan yang disajikan dijamin bercita rasa Nusantara.

Pemerintah mengontrak 36 perusahaan jasa boga yang ber- sertifikasi Indonesia, termasuk kokinya. Perusahaan jasa tersebut berkewajiban menyediakan menu makanan untuk 204.000 anggota jemaah reguler selama berada di Arab Saudi.

’’Menu makanan harus mengakomodasi cita rasa Nusantara Mayoritas bahan utama dan bumbunya harus didatangkan dari Indonesia,” ujar Endang Junaedi, Kepala Kantor Daerah Keija Mekkah PPIH Arab Saudi, saat mengunjungi salah satu dapur katering, dekat Jabal Nur, Mekkah, Senin (23/7/2018).

Menu yang dimaksud antara lain acar, semur daging, rendang, dan cah jamur. Pengelola katering menunjukkan bumbu masak asal Indonesia, termasuk rempah dan kecap. ’’Kita ingin tetap menunjukkan ciri khas dan budaya Indonesia di Timur Tengah. Perusahaan katering yang berbasis di Arab Saudi harus menyesuaikan,” kata Sri Ilham Lubis, Direktur Keija Sama Luar Negeri, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama.

Keberadaan jemaah di Arab Saudi terbagi dalam 8 hari di Madinah, 25 hari di Mekkah, serta 5 hari di Arafah, Muzda- lifah, dan Mina (Armina). Khusus di Mekkah, jemaah akan mendapatkan jatah makan 40 kali. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 25 kali. Makanan tersebut akan dipasok ke 165 hotel yang dihuni jemaah. ’’Jemaah diimbau untuk tidak menunda waktu makan agar makanan tidak sampai basi dan menimbulkan gangguan pencernaan,” kata Endang.

Selama di Armina, yakni untuk wukuf sampai lontar jumrah, jemaah akan mendapat 16 kali makan. Proses Armina berlangsung 8-12 Zulhijah (19-24 Agustus).
Jemaah diberangkatkan

Hingga Senin (23/7), lebih dari 4.000 anggota jemaah asal Embarkasi Makassar telah diberangkatkan ke Mekkah. Sejumlah anggota jemaah yang sakit terpaksa ditunda keberangkatannya dan sejauh ini satu orang jemaah dibatalkan karena hamil. Seorang anggota jemaah meninggal saat tiba di Madinah.

Kepala Bidang Urusan Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Kas- wad Sartono mengatakan, untuk kelancaran dan kenyamanan jemaah, pengantar atau keluarga tak lagi diperbolehkan berada di area asrama haji, Sudiang, Makassar.

Selain dari Sulawesi Selatan, jemaah yang berangkat dari Embarkasi Makassar berasal dari provinsi lain di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Tahun ini Embarkasi Makassar akan memberangkatkan 15.899 calon haji. (REN)

menu
menu