Sumber berita: MAJALAH TEMPO, 30 JULI-5 AGUSTUS 2018

Sumber foto: pphbi.com| Dr. Dhaniswara K. Harjono SH., MH., MBA, Rektor Universitas Kristen Indonesia

Menumbuhkembangkan Dari Pelosok Indonesia Talenta

MAHASISWA diberikan fasilitas dan didampingi untuk berkembang secara akademik dan non- akademik sesuai dengan talenta yang dimiliki.

Dalam kehidupan nyata, pertumbuhan, kemajuan, dan perkembangan, merupakan proses yang' harus dilalui untuk menuju tingkatan yang lebih baik. Manusia akan terus bertumbuh dan berkembang menjadi insan yang bermanfaat sesuai dengan talenta yang dianugerahkan. Untuk bisa tumbuh berkembang ke arah yang benar, manusia memerlukan pendidikan dari tingkat dasar sampai tingkat lanjutan.

Sama dengan pendidikan dasar, pendidikan lanjutan juga berperan penting. Sumber daya manusia dengan pendidikan lanjutan akan berperan vital untuk menunjang dunia teknologi yang semakin maju seiring dengan berkembangnya zaman. Dalam konteks pembangunan bangsa, pendidikan menjadi dasar kuat untuk sebuah negara yang maju.

Dunia pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan lanjutan, terus bergerak ke arah lebih baik. Seiring perkembangan zaman, banyak lembaga pendidikan lanjutan memosisikan diri lebih kepada fasilitator bukan sekedar pendidik. “Tentu harus menyesuaikan dengan kebutuhan jaman now,” ujar Rektor Universitas Kristen Indonesia Dr. Dhaniswara K. Harjono SH.,MH.,MBA, saat ditemui Tempo, Senin, 23 Juli 2018.

Kami, lanjut Dhanis, menjadi fasilitator bagi insan-insan yang ingin mendapatkan pendidikan lanjutan dengan kualitas yang mumpuni. “Di UKI, mahasiswa diberikan fasilitas dan didampingi untuk berkembang secara akademik dan non-akademik sesuai dengan talenta yang dimiliki,” katanya. Dengan moto “Melayani Bukan Dilayani”, UKI hadir untuk melayani dan mengabdi kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan pendidikan.

UKI yang berdiri sejak 1953, kini memiliki tujuh fakultas, tiga akademi, dan satu program pascasarjana.

Dengan total ada 33 program studi, UKI menjadi favorit bagi peserta didik dari seluruh Indonesia, khususnya di prodi kedokteran, hukum, serta hubungan internasional. “Saat ini, total ada sekitar 6.000 mahasiswa. Kami menerima mahasiswa baru itu sekitar 1.300-1.600 orang per tahun dengan jumlah alumni lebih dari 50 ribu orang,” kata Dhanis.

Sebagai lembaga pendidikan, UKI juga concern dalam bidang non- akademis sebagai implementasi lima nilai UKI, yaitu rendah hati, berbagi peduli, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab. Sejak akhir . 2015, Fakultas Kedokteran UKI telah melaksanakan program Family Folder dengan tema “One Student Save One Family”, di mana setiap mahasiswa mendapat satu keluarga untuk dipantau kesehatannya. Setiap mahasiswa tingkat awal mendampingi keluarga ini. Program ini juga telah disahkan Menteri Pemberdayaan Anak dan Perempuan Yohana Susana Yembise.

Dhanis juga mengungkapkan, sesuai dengan visi, yakni bisa berguna bagi nusa, bangsa, dan negara, UKI menaruh perhatian khusus untuk anak-anak dari daerah terpencil. “UKI ini seperti Indonesia mini. Bhineka Tunggal Ika, semua suku ada. Mahasiswa kami sekitar 50-60 persen dari Jakarta.
Sisanya dari daerah, sekitar 20 persen dari daerah terpencil,” ucapnya.

Kami, tambah Dhanis, juga memfasilitasi mereka yang dari daerah tertinggal dengan beasiswa, syaratnya harus kembali ke daerahnya. Untuk tahun ajaran baru ini, registrasi gelombang tujuh non-fakultas kedokteran masih ada empat sesi yang dibuka sampai 23 Agustus 2018. Sementara untuk Fakultas Kedokteran registrasi dibuka sampai 9 Agustus. Semua registrasi bisa dilakukan secara online melalui pmb.uki.ac.id.•

 

menu
menu