Sumber berita: KOMPAS. N0 43 THN-54 KAMIS 09 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/STEFANUS OSA TRIYATNA All New Hyundai Santa Fe | generasi keempat (phantom black) bersama Hyundai Santa Fe generasi ketiga (red).

Menyambut Santa Fe Generasi Ke-4

Datang, lihat, dan rasakan. Janji itulah yang akhirnya terealisasi setelah hampir lima bulan menunggu kehadiran All New Hyundai Santa Fe di Indonesia.

Perubahan eksterior, interior, bahkan teknologi yang semula hanya menjadi buah bibir diperlihatkan sekaligus bisa dirasakan untuk pertama kalinya sebelum Santa Fe baru ini resmi diluncurkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).

Phantom black, satu dari empat pilihan warna All New Santa Fe ini, menjadi warna unit yang disediakan untuk diuji perdana oleh Kompas sewaktu tiba di area pabrik perakitan Hyundai di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, Selasa (17/7/2018). Sengaja, mobil baru ini dijejerkan dengan Santa Fe generasi sebelumnya untuk langsung membandingkan apa saja pembaruan yang terjadi.

Tentu saja, jok mobil Santa Fe generasi keempat itu masih terlihat dibalut plastik-plastik. Pelat nomor pun belum ada sehingga sekilas pengujian kecil harus dilakukan di area pabrik yang cukup luas.

Dalam sejarahnya di pasar otomotif Indonesia, Hyundai Santa Fe pertama kali masuk tahun 2001. Kemudian, generasi kedua masuk tahun 2007. Selang lima tahun, generasi ketiga kembali masuk ke Indonesia. Santa Fe generasi ketiga ini kemudian mengalami berbagai perubahan minor dalam facelift.

Perubahan signifikan
Kini, generasi keempat yang mulai diproduksi pada kuartal II-2018 dan akan mulai debut penjualan global tahun 2019 akhirnya muncul dengan perubahan-perubahan signifikan.

Ibarat mata yang dilengkapi alis, begitu pula perubahan lampu LED daytime running light (DRL) Santa Fe terbaru yang memberi nuansa alis lebih tebal untuk memberikan kesan lebih tegas. Apalagi, grill depan tak lagi berbentuk garis-garis horizontal, tetapi persegi enam serupa sarang lebah.

Lampu utama pun berubah drastis. Mobil baru ini sudah mengadopsi desain ”mata palsu”, yakni dengan lampu DRL yang menyipit tersambung dengan grill menjadi ”mata” utama bagi wajah Santa Fe ini. Sementara lampu utamanya (headlamp) terletak di bagian bawah, jadi satu kelompok dengan lampu kabut. Desain serupa bisa kita temukan pada Nissan Juke atau Mitsubishi Xpander.

Perubahan-perubahan ini menghasilkan kesan bagian depan mobil ini menjadi lebih gagah dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sementara, sisi interior memiliki sedikit kesamaan dengan generasi sebelumnya, salah satunya adalah sensasi fitur panoramic roof yang ekstra lebar hingga kursi baris kedua.

Sisi dasbor juga mengalami perubahan, lebih modern dan mengesankan suasana lega. Bahkan, head unit diubah total, tak lagi menyatu dengan bagian dasbor. Namun, bagi sebagian konsumen Indonesia, ukuran head unit ini bisa dianggap terlalu mungil.

Deputi Direktur Pemasaran PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Hendrik Wiradjaja mengatakan, ”Mobil-mobil Hyundai serupa dengan basis mobil-mobil Eropa. Head unit memang tidak dirancang dengan tersedianya fasilitas pemutaran film. Justru, Hyundai konsisten ingin mempertahankan pentingnya berkendara secara nyaman dan aman. Kalau berkendara pada malam hari, terbayangkan sinar (dari head unit) yang bisa menyilaukan bagi pengemudinya.”

Delapan percepatan
Dari sisi dapur pacu, Hyundai Santa Fe baru ini masih mengusung mesin diesel berkapasitas 2.200 cc dilengkapi turbo berteknologi E-VGT (electrical variable geometry turbo). Mesin di mobil baru ini mengeluarkan tenaga maksimum 193 PS pada putaran mesin 3.800 rpm. Sementara torsi puncaknya mencapai 441 Newton meter (Nm) pada rentang 1.750-2.750 rpm.

Tenaga mesin disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis 8 percepatan. Pada Santa Fe generasi ketiga, transmisinya masih 6 percepatan.

Di samping itu juga tersedia empat pilihan mode berkendara, yakni Eco, Comfort, Sport, dan Smart. Kompas sempat mencicipi perbedaan beberapa pilihan mode berkendara ini. Walau demikian, memang belum banyak yang bisa diceritakan mengingat lokasi kendara perdana yang sangat terbatas.

Saat mencoba duduk di belakang kemudi, terasa perbedaan yang signifikan pada putaran roda kemudi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Jauh lebih ringan Santa Fe terbaru ini meskipun kedua mobil Santa Fe beda generasi ini sama-sama unit uji kendaraan yang masih gres alias baru.

Beberapa kali memutar area pabrik, debu tipis di area pabrik beterbangan akibat tergilas roda- roda berukuran ring 19. Lintasan yang terbatas, tetapi sudah disterilkan dari berbagai forklift yang lalu lalang membuat Kompas merasa leluasa menginjakkan pedal gas. Suara mesin diesel terdengar begitu khas saat mobil diajak melaju dengan cepat.

Perubahan teknologi ataupun inovasi desain yang dilakukan Hyundai mengingatkan pada saat mobil ini diluncurkan di ”Negeri Ginseng” ini, 22 Februari 2018. ”Santa Fe generasi keempat ini melanjutkan kisah sukses model globalnya. Santa Fe generasi pertama adalah fondasi SUV warisan berharga dari Hyundai Motor,” kata Byung Kwon Rhim, Executive Vice President Hyundai Motor Company.

Menurut Byung, Hyundai sungguh peduli kepada konsumen. Hyundai menghadirkan fitur-fitur keamanan yang inovatif dan unik serta kelapangan kelas terkemuka untuk ekstra kenyamanan. Desain yang premium menjadi identitas model generasi keempat ini.

Tanpa terasa, mengeksplorasi Hyundai Santa Fe terbaru ini sudah berlangsung hampir enam jam. Saatnya perkenalan ini harus diakhiri, disertai janji untuk melakukan kencan lebih lama nanti di jalanan yang lebih leluasa.

menu
menu