Sumber berita: KOMPAS, NO 026 THN 54, SENIN 23 JULI 2018

Sumber foto: Merdeka.com

Nama Cawapres Diketahui Dua Pekan Lagi

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo kembali memberikan tanggapan mengambang untuk sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu Presiden 2019. Muhaimin Iskandar ataupun figur lain masih akan dipertimbangkan dalam satu-dua pekan mendatang.

Pertemuan dengan ketua-ketua umum partai politik, dari PKB, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, hingga PDI-P terus berlangsung hampir setiap hari. Presiden Jokowi pun mempersilakan para ketua umum partai politik bersaing.

’’Seperti disampaikan Pak Muhaimin Iskandar, janur melengkungnya belum. Jadi, masih ada kesempatan. Kalau ingin bersama, masih ada kesempatan. Seminggu dua minggu kan masih ada waktu. Jadi, silakan bersaing dalam satu dua minggu ini,” kata Presiden Joko Widodo dalam Peringatan Hari Lahir Ke-20 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Peringatan Harlah Ke-20 PKB, yang juga dihadiri para elite partai, seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, serta beberapa menteri Kabinet Keija Presiden menyampaikan, pekan lalu, sempat ke Palembang, Sumatera Selatan, bersama Muhaimin meninjau beberapa arena Asian Games 2018. Dalam kesempatan tersebut, keduanya bermain boling, menembak, dan mendayung. Saat bermain boling dan menembak, keduanya tak ada yang menang.

’’Kalau mendayung, sulit, karena tidak ada nilainya. Kami mendayung berdua, jejer berdua Ada banyak yang mengartikan bahwa mendayung berdua adalah bekerja sama Kalau satu mendayung ke sana dan satunya ke sini, karam perahunya Dan dengan statement Pak Ketum PKB Muhaimin Iskandar, jelas bahwa kita telah bekerja sama dan dalam dunia usaha, bekerja sama itu namanya ’join’,” kata Presiden.

Sejauh ini, ada sejumlah nama disebut-sebut sebagai kandidat cawapres Jokowi. Dari kalangan profesional ada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti; dan pengusaha, Chairul Tanjung. Dari tokoh agama, ada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin; mantan Ketua MK, Mahfud MD, dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Dari parpol, selain Muhaimin juga mencuat Airlangga Hartarto dan M Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. Nama Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi juga muncul

Dorongan ulama
Dalam sambutannya selama 38 menit, Muhaimin menjelaskan alasan para kiai dan ulama mendorongnya menjadi cawapres. Muhaimin mengatakan, saat ini sejumlah masyarakat dari kalangan NU pindah haluan dan menganut paham radikal.
’’Saya menyebutnya silent hope, harapan diam, aspirasi yang secara ikhlas tidak pernah tersalurkan. Dengan maju Join, ini jalan untuk mengakses,” ujarnya. (INA/E01/DVD)

menu
menu