Sumber berita: KONTAN, NO 3347 THN 12, SENIN 4 MEI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3347 THN 12, SENIN 4 MEI 2018

Obligasi Jadi Pilihan Pembiayaan Korporasi

Kupon obligasi cuma 11 %-12%, sedang bunga kredit bank 16%-20%

Intan Nirmala, Krisantus de Rosari, Willem Kurniawan

JAKARTA. Dalam tempo dua pekan, Bank Indonesia dua kali mengerek suku bunga acuan BI 7-day repo rate (7- DRR). Kamis (17/5), bank sentral menaikkan bunga 25 basis poin mepjadi 4,50%. Terakhir, Rabu (30/5), bunga acuan BI kembali naik 25 basis poin mer\jadi 4,75%.

Biasanya, kenaikan suku bunga acuan bakal disusul kenaikan suku bunga kredit perbankan. Hal ini bakal berdampak ke rencana ekspansi emiten. Maklum, banyak emiten yang mengandalkan pinjaman perbankan untuk men- danai ekspansi.

Analis memang menilai rencana ekspansi dalam waktu dekat tidak akan terdanipak. "Kenaikan BI 7-DRR awalnya akan berdampak ke pasar uang antarbank, lalu ke reverse rate, baru kemudian lending rate," kata Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indo- vest. Sekuritas, kepada

 

KONTAN Kamis (31/5).

Meski demikian, emiten bisa menyiasati kenaikan bunga acuan BI dengan mencari pendanaan alternatif di luar perbankan. Ada berbagai alternatif pendanaan murah saat ini, misalnya Dana Investasi Real Estate (DIRE), rights issue maupun penerbitan obligasi. "Menurut saya, rights issue paling murah. Opsi kedua adalah obligasi," tambah analis Narada Kapital Indonesia Kiswoyo Adi Joe.

Biaya penerbitan obligasi akan makin murah jika emiten memiliki rating utang bagus, terutama AAA. Dengan fundamental yang kokoh, emiten tidak akan kesulitan mendapatkan dana melalui obligasi.

 

Minat investor terhadap obligasi juga masih tinggi. "Kemungkinan sekarang kuponnya sudah 11%-12% untuk obligasi korporasi, itu masih lebih murah dibandingkan bunga perbankan yang sampai 16%-20%," ungkap Aditya

Meski begitu, lantaran kenaikan suku bunga juga mendorong naik kupon obligasi, emiten juga perlu mewaspadai kenaikan rasio utang (DER). Menurut riset KONTAN, rata- rata DER emiten naik ketika suku bunga naik (lihat tabel).

Tapi sejumlah emiten yang dikonfirmasi KONTAN memastikan, kenaikan bunga acuan BI tidak akan mengganggu profil utang dan pembiayaan mereka selama ini.

 

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, membuka peluang menerbitkan obligasi. Terutama jika proyek-proyek PLTU PTBA sudah bisa beroperasi.

Selain opsi penerbitan obligasi, menurut dia, PTBA saat ini mengandalkan pendanaan internal untuk mendukung ekspansi: "Namun kami belum berniat merilis obligasi dalam waktu dekat," kata Suherman, Corporate Secretary PTBA.

Corporate Secretary PT PP Tbk (PTPP), Agus Samuel Kana, juga menilai penerbitan obligasi masih menjadi pilihan pendanaan. Sebelumnya, PTPP telah menerbitkan obligasi Rp 1,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan sepanjang tahun ini. ■

 

menu
menu