Sumber berita: KOMPAS. N0 41 THN-54 SELASA 07 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.com

Operasi Freeport Tak Boleh Terhenti

PERTAMBANGAN

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah menegaskan bahwa operasi PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua, tidak boleh terhenti. Pemutusan kontrak operasi Freeport pada 2021 sesuai batas akhir kontrak dinilai bukan pilihan tepat. Faktor sosial dan ekonomi jadi pertimbangan utama pemerintah dalam negosiasi divestasi saham Freeport.

■ Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan, terkait perpanjangan operasi, ada potensi penyelesaian sengketa di Mahkamah Arbitrase Internasional jika operasi dihentikan tahun 2021 sesuai masa berakhirnya kontrak. Proses arbitrase bisa berjalan dalam hitungan tahun. Selain itu, juga perlu waktu untuk memindahkan alat operasi di lapangan.

’’Secara teknis, akan perlu waktu lama untuk memulai lagi operasi tambang jika kontrak Freeport dihentikan. Investasi nya juga bakal lebih mahal, akan ada dampak sosial ekonomi. Sebab, 95 persen produk domestik regional bruto Kabupaten Mimika bergantung pada operasi Freeport,” kata Bambang dalam diskusi bertema ’’Lika-liku Akuisisi Saham Freeport”, di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Hadir dalam diskusi itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa Syaikhul Islam Ali, pakar geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (LAGI) Iwan fylunajat, dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Ke- menterian BUMN Fajar Harry Sampurno. Diskusi membahas seputar negosiasi antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan Freeport McMoran Inc selaku induk usaha PT Freeport Indonesia terkait divestasi saham senilai 3,85 miliar dollar AS atau setara Rp 55,4 triliun.

Menurut Iwan, secara teknis, operasi tambang bawah tanah yang dikelola Freeport di Mimika termasuk yang paling rumit di dunia. Ada potensi terowongan bawah tanah yang dibangun Freeport runtuh jika tidak dirawat atau ditinggalkan.

Strategis
Tambang di Mimika penting bagi operasi Freeport McMoran. Tambang itu berkontribusi 65 persen terhadap seluruh penjualan dari Freeport McMoran tahun 2017. Tahun lalu, 99 persen penjualan emas Freeport McMoran datang dari Indonesia

Syaikhul berpendapat, penandatanganan dokumen kesepakatan antara Inalum dan Freeport McMoran merupakan kemajuan berarti. ’’Apalagi, perjanjiannya dalam level yang sama, yaitu antar-perusahaan, bukan antara negara dan perusahaan,” kata Syaikhul.

Menurut Fajar, rangkaian divestasi saham sebaiknya tidak dimaknai sebagai upaya menasionalisasi, tetapi proses aksi korporasi yang sudah diatur dalam undang-undang. (APO)

 

menu
menu