Sumber berita: KOMPAS, NO 013 THN 54, SELASA 10 JULI 2018

Sumber foto: Kompas.com

Parpol Mulai Lakukan Seleksi

PEMILU LEGISLATIF

JAKARTA, KOMPAS — Partai politik masih melakukan seleksi untuk mempersiapkan bakal calon anggota legislatif yang akan mereka usung pada Pemilu 2019. Sejumlah cara dilakukan parpol untuk mengetahui kualitas dan komitmen caleg yarlg akan mereka daftarkan ke Komisi Pemilihan Umum pada 4-17 Juli ini.

Salah satu cara yang dilakukan PDI-P dalam menyeleksi caleg adalah dengan melakukan tes psikologi terhadap para bakal calegnya.

’’Lewat tes psikologi, akan diketahui kepribadian, kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan masalah, dan daya juang para bakal caleg. Tes secara daring ini hanya memerlukan waktu tiga jam, sedangkan manual sekitar 6 jam,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, dalam acara workshop DPP PDI-P bertajuk Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangi Hati Rakyat, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Lokakarya itu digelar untuk mendorong kerja sama di antara kader PDI-P yang menjadi kepala daerah. Keberhasilan seorang kepala daerah dalam memimpin daerahnya akan jadi masukan bagi kepala daerah lainnya.

Seleksi bakal caleg kini juga dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa. Ada sekitar 500 bakal caleg yang disiapkan partai itu untuk merebut kursi DPR

’’Seleksi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Setelah mendaftar, setiap bakal caleg akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk mengetahui misi dan visinya, serta kecocokannya dengan misi dan visi PKB. Setelah itu, mereka mengikuti pembekalan yang dilakukan PKB pada Maret lalu,” kata anggota Dewan Pengarah Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Bambang Susanto.

Berbeda

Secara terpisah, pemerhati politik dari PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, menambahkan, ada perbedaan pendekatan politik untuk pileg dan pilpres. Dalam pileg, parpol diharapkan memiliki caleg yang bisa merepresentasikan program dan platformnya. Dalam hal ini, kaderisasi yang dimulai dari bawah dinilai dapat menguatkan partai. Guna mendukung hal itu, perbaikan perekrutan dan kaderisasi parpol amat dibutuhkan.

Jika ketika pileg, pemilih cenderung memilih berdasarkan partai. Sementara saat pilpres, masyarakat cenderung melihat figur capres dan cawapres.

Tahun.2019, tugas parpol akan semakin berat karena pileg dan pilpres digelar serentak. ’’Kunci keberhasilan parpol pada Pemilu 2019 adalah sampai sejauh mana berhasil menggabungkan penguatan citra partai di dalam pileg dan juga mengasosiasikan figur capres-cawapres dalam pilpres,” kata Ari.(E01)

menu
menu