Sumber berita: KOMPAS, NO 010 THN 54, SABTU 07 JULI 2018

Sumber foto: BreakingNews.co.id

Patuhi Batas Kewajaran

Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo diharapkan bisa mengoreksi sikapnya saat bertanding dan mematuhi batas kewajaran agar tidak merugikan

JAKARTA, KOMPAS - Pasangan zanda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, perlu me- - joreksi sikapnya saat bertanding. Mereka boleh melakukan zerakan-gerakan untuk mengintimidasi lawan selama masih dalam batas kewajaran.

Dalam laga perempat final tur- r.amen bulu tangkis Blibli In- donesia Terbuka 2018, Jumat 6-7 2018), Marcus/Kevin menaklukkan Mads Conrad-Peter- sen 'Mads Pieler Kolding (Denmark), 20-22, 22-20, 21-18. Namun, laga emosional dan berjalan ketat selama 1 jam 4 menit itu diwarnai pemberian sanksi kartu kuning oleh wasit kepada Kevin.

Laga yang berlangsung di Istora Senayan itu memanas saat pukulan smes Kevin pada gim kedua mengenai kepala Kolding. Hal itu membuat ganda Denmark berang. Mereka kesal dan marah kepada Kevin. Wasit menengahi dan laga dilanjutkan.

Suasana kian panas pada gim ketiga saat Marcus/Kevin unggul 18-14 dan ganda Denmark mengajukan keberatan atas keputusan hakim garis, atau yang biasa diserut challenge. Keberatan diajukan karena mereka merasa pukulan smes Kevin keluar garis. Wasit mengabulkan permintaan Petersen /'Kolding.

Kesan Marcus tidak terima dengar keputusan wasit karena raket lawan sudah mementah kok sehingga dapat dinyatakan fault. Apalagi challenge diajukan setelah jeda beberapa ssat- Kevin lantas maju ke depan net dan beradu argumen dengan Petersen. Dalam perdebatan itu, Kr'.m mengacungkan jempol ke beeah kepada pasangan Den- mant. Wasit menilai tindakan Kerin rtu melewati batas hingga memberi sanksi kartu kuning.

Legenda bulu tangkis Indonesa, Christian Hadinata, berpendapat. melakukan gerakan mengintimidasi lawan sebenarnya merupakan hal biasa dalam pertandingan bulu tangkis di level dunia Hal itu dilakukan untuk membuat lawan kehilangan fokus dan konsentrasi. Meski tak ada aturan tertulis terkait hal ini, ada batas kewajaran yang harus dipatuhi pemain.

’’Kalau wasit sudah memberikan kartu kuning, atau bahkan sampai memberikan kartu hitam, itu menunjukkan pemain telah bertindak melewati batas. Ini merupakan peringatan bagi Marcus/Kevin dan juga pemain-pemain lain untuk bersikap sesuai batas kewajaran,” ujar Christian.

Christian berharap pelatih dapat mengingatkan atlet agar bersikap lebih tenang. ’’Bagaimanapun, penampilan atlet disaksikan banyak orang. Seorang juara harus dapat menunjukkan nilai-nilai lebih,” katanya

Dalam konferensi pers, Marcus/Kevin mengatakan banyak keputusan wasit yang merugikan. ’’Ketika pertandingan selesai, wasit masih memarahi kami. Wasit bahkan mengancam akan memberikan kami kartu hitam setelah menunjukkan wasit dan Federasi BuluTangkis Dunia (BWF) yang bertugas tidak kompeten. Kalau mau memberikan kartu hitam, kenapa disampaikan setelah pertandingan selesai, apa salah kami?” ujar Marcus.

Meski kecewa dengan keputusan wasit, Kevin mengatakan fokus menghadapi laga selanjutnya ’’Kami harus siap mental. Kami siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya

Pada semifinal, mereka akan bertemu Liu Cheng/Zhang Nan(China) atau Fajar Alfian/M Rian Ardianto yang bersaing pada perempat final, Jumat malam.

Selain Marcus/Kevin, Indonesia mengirimkan dua pasang ganda campuran ke semifinal, yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hafiz Faizal/Gloria Ema- nuelle Widjaja Sementara ganda campuran Ricky Karanda Suwar- di/Debby Susanto, ganda putri Greysia Polii/Apriyani, ganda putra Berry Anggriawan/Hardi- anto, dan tunggal putra Tommy Sugiarto terhenti di perempat final. (E10/E08/IYA/DNA)

 

menu
menu