Sumber berita: REPUBLIKA, NO 143 THN 26, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: REPUBLIKA, NO 143 THN 26, RABU 6 JUNI 2018

Paytren Targetkan AUM Rp 3 Triliun

  • BINTI SHOLIKAH

Sinergi Paytren diharapkan mempermudah masyarakat berinvestasi di reksa dana syariah.

JAKARTA — PT Paytren Aset Manajemen (PAM) menargetkan dapat mengelola dana investasi sebesar Rp 3 triliun sampai akhir 2018. Target tersebut diharapkan tercapai melalui sinergi PAM dengan Paytren Payment Gateway yang baru saja memperoleh izin dari Bank Indonesia pada 23 Mei 2018 lalu.

PAM juga memanfaatkan teknologi digital berupa sistem . reksa dana daring bernama Paytren Online Reksadana (PayOR) untuk mendorong masyarakat berinvestasi dalam reksa dana syariah di PAM.

Komisaria Utama Paytren, Ustaz Yusuf Mansur, menjelaskan, target dana kelolaan (AUM) PAM akan berjalan seiring dengan Paytren Payment Gateway. Dia menargetkan dalam waktu beberapa bulan ke depan dana yang berputar di Paytren Payment Gateway bisa mencapai Rp 20 triliun sampai Rp 30 triliun. Dana tersebut tidak semuanya
untuk transaksi pembayaran mitra pengguna Paytren atau masyarakat luas, tapi juga sebagian bisa untuk membeli saham atau reksa dana.

"Kalau disisihkan 10 persen saja dari Rp 30 triliun untuk beli reksa dana, dana kelolaan PAM sudah Rp 3 triliun. Kami akan tunggu sampai beberapa bulan ke depan," kata Ustaz Yusuf dalam peluncuran PayOR di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (5/6).

Dia berharap peluncuran PayOR dan turunnya izin Paytren Payment Gateway dari BI akan memudahkan masyarakat dalam membeli reksa dana. Bahkan, nanti penguna Paytren dan non-Paytren bisa menjadi agen reksa dana lewat platform daring. "Saya berharap apa yang kami cita-citakan bisa menembus pembelian 1 juta reksa dana bisa tercapai," ujar Ustaz Yusuf.

Saat ini, investor yang sudah mendapat nomor tunggal identitas investor (SID) sebanyak 450 SID melalui pembelian reksa dana di PAM. Ustaz Yusuf menargetkan semua anggota Paytren yang jumlahnya lebih dari 1,5 juta anggota memiliki SID untuk membeli reksa dana.

Dia akan mengajak 60 juta orang untuk bergabung memanfaatkan transaksi melalui Paytren Payment Gateway. Paytren bakal melakukan edukasi dan literasi agar pengguna Paytren
menyisihkan uangnya untuk menabung saham dan menabung reksa dana.

Jika tercapai 60 juta pengguna Paytren Payment Gateway, perputaran dana bisa mencapai Rp 120 triliun. Jika 10 persen disisihkan untuk membeli reksa dana PAM, dana kelolaan PAM bisa mencapai Rp 12 triliun.

"Kami optimsitis 10 juta pengguna akan terealisasi sampai akhir 2018. Apalagi, ini tanpa syarat tinggal unduh, langsung bisa dipakai dan bisa beli reksa
dana daring," ujar pengasuh PP- PA Daarul Quran tersebut.

Direktur Utama PAM, Ayu Widuri, mengatakan, target dana kelolaan (AUM) sebesar Rp 3 triliun tersebut dengan asumsi PAM berkolaborasi dengan Paytren Payment Gateway yang baru memperoleh izin pada 23 Mei . 2018 lalu. Dengan izin tersebut akan lebih banyak pengguna sistem pembayaran uang elektronik Paytren.

Telah dikantonginya izin BI untuk Payten E-money me
mungkinkan PAM untuk mengajukan keija sama gerai reksa dana. "Kerja sama baru akan kami laksanakan. Setiap penguna Paytren E-money bisa membeli reksa dana daring," kata Ayu.

Mengenai besaran imbal hasil, Ayu memerinci, reksa dana Safa sekitar empat hingga lima persen, sedangkan reksa dana Falah sekitar tujuh hingga delapan persen. Ayu menargetkan imbal hasil reksa dana Falah bisa mencapai sekitar 12 persen per tahun.

Ayu menambahkan, dengan diluncurkannya sistem daring PAM berharap calon investor lebih mudah berinvestasi. PAM menawarkan investasi reksa dana dengan nilai teijangkau mulai dari Rp 100 ribu. Ayu berharap investor menjadikan investasi di reksa dana PAM seperti menabung.

Ayu menjelaskan, saat ini PAM memiliki dua produk reksa dana, yakni Safa berbasis pasar uang dan Falah berbasis saham syariah. Dalam waktu dekat, PAM akan meluncurkan kembali satu produk baru yang, berbasis instrumen campuran antara saham syariah dan sukuk.

Saat ini produk tersebut masih dalam proses perizinan di OJK. "Menariknya masyarakat yang memiliki produk tersebut tidak hanya jadi investor, tapi juga ikut bersedekah ke yayasan- yayasan yang namanya belum bisa kami sampaikan," kata Ayu.

Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) Institut Pertanian Bogor (IPB), Irfan Syauqi Beik, berharap, ke depan literasi keuangan syariah akan terus meningkat melalui terobosan sinergi PAM dengan Paytren. "Hal itu mendorong kesadaran masyarakat berinvestasi di pasar modal. Itu sekaligus mengembangkan pasar modal," ujar Irfan.

■ ed:fuji pratiwi

menu
menu