Sumber berita: KOMPAS, NO 040 THN SENIN 06 AGUSTUS 2018

Sumber foto: PressReader - Kompas

Pedagang Lirik Pasokan Luar Jawa

BERAS

JAKARTA, KOMPAS - Akibat kekeringan yang melanda sejumlah sentra padi di Pulau Jawa, sejumlah pedagang mulai memperhitungkan sumber-sumber pasokan dari luar Jawa. Pasokan beras diprediksi seret dalam 2-3 bulan mendatang.

Harga rata-rata beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, cenderung naik dua bulan terakhir, yakni dari Rp 9.689 per kilogram (kg) pada Juni, lalu Rp 9.752 per kg pada Juli, dan Rp 9.883 per kg pada Agustus. Sementara stok berkurang sekitar 4 persen dibandingkan dengan bulan lalu menjadi 38.515 ton per 4 Agustus 2018. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menyebutkan, harga rata-rata beras medium berkisar Rp 11.750-Rp 11.850 per kg selama pertengahan Juli 2018 hingga awal Agustus 2018.

Pasokan beras dari sentra-se- ntara di Pulau Jawa, menurut Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Zulkifly Rasyid, mulai turun. Penurunan itu tampak dari naiknya harga beli di tingkat pedagang dari Rp 8.000-Rp 8.200 per kg menjadi Rp 8.700-Rp 9.000 per kg tiga pekan terakhir.

Kenaikan itu dinilai terkait dengan kekeringan. Pasokan di daerah mulai berkurang. Tampaknya pada Oktober-Desember 2018, harga beras akan melonjak seperti tahun lalu,” kata Zulkifly, Minggu (5/8/2018).

Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang per 5 Agustus 2018 tercatat 38.515 ton. Adapun stok beras Perum Bulog per 31 Juli 2018 mencapai sekitar 2,2 juta ton.

Menurut Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, saat ini stok beras aman. Namun, dia memperkirakan adanya penurunan pasokan di Pulau Jawa dalam 2-3 bulan ke depan. Sementara wilayah Sulawesi dan Sumatera cenderung tidak terdampak kekeringan.

Oleh karena itu, kata Arief, pihaknya tengah mengkaji sumber pasokan dari luar Jawa, antara lain dari Sulawesi, Palembang, dan Lampung. ’’Biaya logistik (dari wilayah itu) umumnya Rp 400-500 per kg. Secara harga, penambahan biaya logistik ini masih bersaing dengan harga beras di Pulau Jawa," ujarnya.

Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang dan Bulog serta fluktuasi harga di PIHPSN dinilai menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan. Namun, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Dar- min Nasution, stok beras masih aman. ’’Stok beras masih aman hingga musim panen Februa- ri-Maret (2019) mendatang,” ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Oleh karena itu, kata Darmin, tidak perlu ada impor beras lagi untuk saat ini. Kekeringan di sejumlah sentra padi dinilai tidak signifikan terhadap suplai beras nasional.

Kementerian Pertanian juga menilai kekeringan belum signifikan terhadap produksi beras. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyebutkan, berdasarkan data, ada lebih dari 1,3 juta hektar luas lahan sawah yang berpotensi panen pada Agustus-Oktober 2018. Lahan-lahan itu antara lain berada di Yogyakarta (16.033 hektar), Banten (106.858 hektar), Jawa Timur (374.027 hektar), Jawa Barat (491.655 hektar), dan Jawa Tengah (374.627 hektar). (JUD)

 

menu
menu