Sumber berita: KOMPAS, NO 033 THN 54, SENIN 30 JULI 2018

Sumber foto: INFOGRAFIK: PERLINDUNGAN,KOMPAS

Pelaksanaan Proyek Strategis pada 2019

JAKARTA, KOMPAS–Sebanyak 223 proyek dan tiga program strategis nasional telah ditetapkan pemerintah. Dengan menjadi bagian dari proyek strategis nasional, maka seluruh proyek itu mesti dimulai paling lambat pada triwulan III-2019.

Penetapan itu seiring dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018.

“Perpres 56 Tahun 2018 itu adalah revisi dari Perpres Proyek Strategis Nasional sebelumnya. Sesuai arahan, kementerian atau lembaga diharapkan dapat mendorong proyek-proyek tersebut mencapai pemenuhan pembiayaan atau mulai konstruksi pada triwulan III-2019,” kata Direktur Program Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Rainier Haryanto, Minggu (29/7/2018), di Jakarta.

Beberapa proyek di dalam daftar proyek strategis nasional tersebut antara lain pembangunan jalan tol (64 ruas tol), pembangunan bendungan dan jaringan irigasi (57 proyek), dan proyek pembangunan pelabuhan baru dan pengembangan kapasitas (10 proyek). Selain itu, ada 3 program, yakni program infrastruktur ketenagalistrikan, program industri pesawat, dan program pemerataan ekonomi.

Menurut Rainier, untuk proyek pembangunan jalan tol yang masuk proyek strategis nasional (PSN), ada syarat lain, yakni pembebasan lahan mesti dimulai selambat-lambatnya pada triwulan III-2019. Pada 2016, sebanyak 20 proyek strategis senilai Rp 33,3 triliun telah diselesaikan. Adapun pada 2017, sebanyak 10 proyek senilai Rp 61,5 triliun juga diselesaikan. Tahun ini hingga 2019 ditargetkan 38 proyek bisa diselesaikan.

Tidak berubah
Secara terpisah, Kepala Pusat Bendungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ni Made Sumiarsih mengatakan, proyek pembangunan bendungan yang masuk dalam PSN tahun ini tidak berubah dari daftar PSN sebelumnya. Tahun ini pemerintah berencana membangun 11 bendungan baru. Adapun hingga 2017, sudah ada 9 bendungan yang selesai konstruksinya.

“Saat ini ada 34 bendungan dalam proses konstruksi. Tahun ini bendungan yang direncanakan selesai berjumlah 8 bendungan,” kata Sumiarsih.

Sementara itu, Direktur Penelitian Core Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, perencanaan pembangunan infrastruktur mesti dibarengi dengan perencanaan pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di daerah. “Dengan demikian, dampak bergandanya bisa langsung dirasakan masyarakat, seperti meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, sampai sejauh ini saya belum melihat itu,” kata Faisal.

menu
menu