Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: Kompas.id

Pembiayaan Konstruksi Distandardisasi

JASA KEUANGAN SYARIAH

JAKARTA, KOMPAS — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) meluncurkan Standar Prosedur Operasi Pembiayaan Modal Kerja Konstruksi atau SPO PMK Perumahan Syariah. Langkah ini diharapkan mendorong pembiayaan perumahan syariah.

’’Bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) dan pengembang sama-sama menyukseskan program satu juta rumah. Potensi pembiayaan syariah di Indonesia sangat besar. Maka, pertumbuhan perumahan jadi peluang, baik bagi bank syariah maupun unit usaha syariah (UUS),” kata Direktur Utama PT SMF (Persero) Ananta Wiyogo dalam peluncuran SPO PMK Perumahan Syariah di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Standar itu memberikan petunjuk teknis penyusunan proposal pembiayaan PMK Perumahan Syariah ke bank syariah dan unit usaha syariah. Dengan demikian, akan ada keseragaman teknis pelaksanaan pembiayaan modal kerja konstruksi perumahan syariah.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lana Winayanti mengatakan, skema pembiayaan pemerintah saat ini lebih banyak memperhatikan penyediaan dari sisi permintaan. Hal itu diwujudkan dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), skema subsidi selisih bunga (SSB), serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Sementara di sisi suplai, belum banyak pengembang tahu produk perbankan syariah untuk pembiayaan perumahan.

Deputi Direktur Spesialis Penelitian Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan Achmad Wijaya Putra mengatakan, jasa keuangan syariah terus berkembang. Sampai April 2018, keuangan syariah tumbuh 19,54 persen (yoy) dengan pangsa pasar 8,29 persen dari total pangsa pasar jasa keuangan. Asetnya Rp 435 triliun atau 5,79 persen dari total aset perbankan nasional.

Kini OJK tengah mengkaji skema sekuritisasi aset perbankan syariah untuk memacu pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, menurut rencana, tahun ini ada sebuah bank yang sedang dalam proses konversi menjadi bank syariah.

Pada kesempatan itu, PT SMF secara resmi mendirikan unit i^salia syariah perusahaan pembiayaan sekunder perumahan. Unit usaha syariah tersebut mengembangkan produk yang sesuai dengan prinsip syariah khususnya melalui penerbitan Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat'Partisipasi atau EBAS-SP. Dalam kesempatan tersebut hadir perwakilan dari pengurus Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). (NAD)

menu
menu