Sumber berita: KOMPAS. N0 47 THN-54 SENIN 13 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA | Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan bersubsidi di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,

Pemerintah Evaluasi Bank Pelaksana

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah berencana mengevaluasi kineija bank pelaksana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan rumah,subsidi Sampai akhir semester 1-2018, delapan bank pelaksana belum menagih penggantian kredit pemilikan rumah FLPP kepada pemerintah. Jika kineija di bawah target, pemerintah akan mengalihkan alokasi FLPP.

Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekeijaan Umum dan Perumahan Rakyat Eko Djoeli Heripoerwanto di Jakarta, akhir pekan lalu, menyatakan, rencana evaluasi sekaligus penyesuaian target (penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan/FLPP) akan digelar pada triwulan III-2018 ini.

Kini terdapat 40 bank pelaksana kredit pemilikan rumah subsidi berskema FLPP yang terdiri dari 8 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah. Bank-bank itu telah menandatangani keija sama operasional dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).
Menurut Eko, tak optimalnya penyaluran kemungkinan disebabkan oleh ketidaksiapan sumber daya manusia, infrastruktur, atau pemasaran oleh bank pelaksana Dari evaluasi itu, pemerintah akan mempertimbangkan kemungkinan tidak mengikutsertakan lagi bank-bank yang gagal pada tahun depan. Selain itu, alokasi FLPP yang belum disalurkan kemungkinan akan dipindah ke bank lain.

Secara terpisah, Direktur Utama PPDPP Budi Hartono menambahkan, dari delapan bank yang belum melakukan penagihan itu, tiga bank merupakan bank umum nasional dan lima lainnya bank pembangunan daerah.

Tahun ini, PPDPP mengelola dana FLPP Rp 6,57 triliun. Dana berasal dari APBN 2018 sebesar Rp 2,18 triliun, sisa FLPP 2017 Rp 2,049 triliun, dan dana pengembalian pokok Rp 2,33 triliun. Pemerintah juga memutuskan mengurangi porsi pembiayaan FLPP dari 90 persen menjadi 75 persen. Harapannya, rumah yang dibiayai naik dari 60.625 unit menjadi 70.000 unit (NAD)

menu
menu