Sumber berita: KOMPAS. N0 43 THN-54 KAMIS 09 AGUSTUS 2018

Sumber foto: CNN Indonesia

Pemerintah Salurkan KUR Sektor Pariwisata

PEMBIAYAAN

 

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menyepakati penyaluran kredit usaha rakyat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sektor pariwisata Kebijakan ini ditargetkan berjalan sebelum September 2018 dan diharapkan menstimulasi pertumbuhan pariwisata

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyambut baik program KUR pariwisata Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Muhammad Ikhsan Ingratubun mengharapkan ada kebijakan yang menjembatani pelaku usaha dan perbankan. ’’Sektor pariwisata itu bersifat musiman sehingga jaminan omzet sulit diprediksi. Di sisi lain, kami paham perbankan perlu menjaga angka kredit 'macetnya,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (8/8/2018).

Kini belum semua UMKM pariwisata produktif. Saat ini ada 13 sektor pariwisata yang tergolong produktif dan dapat mengajukan KUR. Ke-13 sektor itu terdiri dari agen perjalanan wisata, sanggar seni, penyelenggara MICE (pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran), akomodasi, penyedia makanan dan minuman, jasa informasi pariwisata, tempat pengelolaan wisata, konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, usaha tirta, jasa transportasi wisata, usaha kerajinan, dan pusat oleh-oleh.

”Di antara 13 sektor itu, ada usaha yang serupa dengan bidang produktif nonpariwisata UMKM yang berorientasi pariwisata ini akan kami beri kode berbeda,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Iskandar berharap KUR bisa berperan meningkatkan devisa negara. KUR pariwisata akan disalurkan pada UMKM-UMKM di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 88 kawasan pariwisata strategis nasional.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menambahkan, pihaknya mendampingi pelaku UMKM. Pendampingan dan pelatihan itu melibatkan 330 pendamping yang tersebar di 20 provinsi.

Terkait sektor itu, Kementerian Pariwisata terus menjalin kerja sama untuk meningkatkan kesadaran akan branding Wonderful Indonesia (WI) dan Pesona Indonesia (PI). Diharapkan jumlah kunjungan turis meningkat sekaligus mengejar target 17 juta wisatawan mancanegara tahun ini.

’’Kami menargetkan ada 100 mitra yang bekerja sama sepanjang tahun ini,” kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 11 mitra baru, di Jakarta, Rabu.

Saat ini ada 119 merek yang sudah menandatangani nota kesepahaman sehingga total ada 130 merek. Namun, baru 41 merek yang menggelar aksi. (JUD/ARN)

menu
menu