Sumber berita: INVESTOR DAILY, SELASA 5 JUNI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, SELASA 5 JUNI 2018

Pemerintah Setujui Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk PT Shell Indonesia dan PT AKR Corporindo. Namun, dua badan usaha itu belum menaikkan harga produknya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan sudah meneken persetujuan harga BBM nonsubsidi Shell dan AKR pada 31 Mei lalu. Demikian pula persetujuan harga BBM nonsubsidi untuk PT Total Oil Indonesia juga sudah diteken pada 1 Juni.

Untuk besaran kenaikan harga, dikatakannya berbeda-beda tergantung jenis produknya, baik untuk Shell maupun AKR. “Shell kan macam-macam, rata- rata Rp 200-300 per liter. Kalau AKR paling tinggi Rp 600 per liter karena jauh, (biaya) transportasi tinggi. Jadi ada yang Rp 100-600 per liter tergantung jaraknya dari penampungan,” kata dia di Jakarta, Senin (4/6).

Meski sudah disetujui kenaikannya, Djoko mengaku tidak dapat memastikan apakah harga BBM nonsubsidi sudah
dinaikkan oleh badan usaha. Pasalnya, penerapan kenaikan harga merupakan wewenang badan usaha.

Harga yang disetujui untuk Shell tersebut berbeda dengan yang diusulkan di mana rata-rata kenaikannya Rp 500-700 per liter. Dalam suratnya, Shell mengusulkan perubahan harga untuk semua produknya, yakni Shell Reguler Rp 9.000 per liter, Super Rp 9.850 per liter, V-Power Rp 11.250 per liter, dan Diesel Rp' 11.150 per liter. Saat ini harga produk Shell ini adalah Shell Reguler Rp 8.500 per'liter, Super Rp 9i350 per liter, V-Power Rp 10.550 per liter, dan Diesel Rp 10.450 per liter.

Sementara untuk Total dan AKR, harga. BIJM nonsubsidi yang disetujui sesuai yang diusulkan oleh badan usaha. Total mengusulkan harga BBM untuk Performance 90 sebesar Rp 8.500 per liter, Performance 92 Rp 9.500 per liter, Performance 95 Rp 10.600 per liter, serta Performance Diesel Rp 10.750 per liter. Usulan harga ini naik Rp 100-300 per liter dari harga jual saat ini.

Lalu, dalam surat pengajuan kenaikan harga, AKR menga
jukan kenaikan harga bensin RON 92 sebesar Rp 500 per liter menjadi Rp9.200 per liter untuk semua wilayah. Saat ini, AKR mematok harga BBM RON 92 pada harga Rp 8.700 per liter.

Pemerintah telah menegaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi harus memperoleh persetujuan pemerintah. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 21 Tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM. Pasal 4 beleid ini juga mengatur bahwa harga jual BBM umum di titik serah ditentukan berdasarkan harga dasar ditambah pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dengan marjin paling tinggi 10% dari harga dasar.

Djoko pernah mengungkapkan, dalam standar operasional prosedur (SOP) yang telah disusun, ditetapkan badan usaha pemegang izin usaha niaga BBM dapat mengajukan perubahan harga BBM nonsubsidi setiap bulannya. Usulan harga yang diajukan bulan ini akan berlaku di bulan berikutnya. (ayu)


 

menu
menu