Sumber berita: KOMPAS, NO 022 THN 54, KAMIS 19 JULI 2018

Sumber foto: nasional.kompas.com

PEMILU 2019: Demokrat Intens dengan Gerindra

JAKARTA, KOMPAS - Partai Demokrat mengintensifkan komunikasi politik dengan Partai Gerindra. Ini karena upaya membangun koalisi dengan partai-partai pengusung Presiden Joko Widodo terganjal oleh relasi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yu- dhoyono dan Ketua Umum PDI-P Megawati Sukarnoputri.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/7/2018), mengatakan, arah politik Demokrat saat ini memang mengintensifkan komunikasi politik dengan Gerindra.

Oleh karena itu, pertemuan antara Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabo-wo Subianto, khusus membicarakan kemungkinan berkoalisi untuk Pemilu Presiden 2019, dipastikan akan tetap digelar setelah Yudhoyono pulih dari sakitnya.

Demokrat mengintensifkan komunikasi dengan Gerindra, menurut Ferdinand, karena komunikasi yang dilakukan Yudhoyono dengan Jokowi sejauh ini belum mencapai kata sepakat. Kata sepakat yang dimaksud tidak dalam kaitan pembagian kekuasaan (power sharing) dengan Demokrat jika Jokowi berhasil terpilih.

"Namun, terkait koalisi nanti, terutama hubungan antara Pak SBY dan Ibu Megawati. Ini menjadi barrier (penghalang) cukup tinggi, tebal. Sebab, koalisi ini nanti akan dipimpin PDI-P sehingga kalau kami ada di sana sebagai anggota koalisi, tentu hubungan Ibu Mega dan Pak SBY menjadi pertimbangan penting,” ujarnya.
Ini yang, kata Ferdinand, selalu dikomunikasikan Yudhoyono ke Jokowi supaya ada solusinya. "Namun, hingga kini belum ada solusi.,” katanya.

Sekjen PDI-P Hasto Kristi- yanto membantah relasi Yudhoyono dengan Megawati tidak baik sehingga menutup peluang Demokrat bergabung koalisi partai pendukung Jokowi.
Selain dengan Gerindra, Demokrat juga komunikasi intensif dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan 'Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kemarin, Prabowo menjenguk Yudhoyono yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Menurut dia,.kunjungannya ke RS ini bukan untuk membahas politik. "Masa bicara politik di rumah sakit,” katanya.

Menurut rencana, Prabowo bertemu dengan Yudhoyono untuk membahas Pemilu 2019 pada Rabu kemarin. Namun, pertemuan politik itu batal. Menurut Prabowo, pertemuan tersebut akan dijadwalkan ulang.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, peluang berkoalisi dengan Demokrat masih terus digodok Apalagi, tambahnya, saat ini tidak banyak alternatif figur yang bisa dijadikan pasangan Prabowo di Pilpres 2019. Nama Agus Harimurti Yudhoyono diakui menjadi salah satu yang dipertimbangkan sebagai ca- wapres. (APA/E01/AGE)

 

menu
menu