Sumber berita: KORAN SINDO, NO 4655 THN 32, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: KORAN SINDO, NO 4655 THN 32, KAMIS 7 JUNI 2018

Penjualan Emas Antam Naik Signifikan

JAKARTA- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), anak usaha PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) di sektor pertambangan mineral logam, memproyeksikan penjualan emas tahun ini bisa mencapai 24 ton.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan tahun 2017 yang mencapai 13 ton dan 2016 sebanyak9 ton.

Antam optimistis proyeksi tersebut tercapai setelah melihat realisasi penjualan emas pada akhir Mei 2018 sebesar 12,8 ton. Dengan demikian, rata-ratapenjualanemasAntam sepanjang Januari-Mei tahun ini mencapai 2,56 ton per bulan.

"Peningkatan volume penjualan emas Antam sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus berupayamemperluas pa
sar serta inovasi produksi emas logam mulia,” ujar Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo saat buka puasa bersama Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Selasa (5/6).

Dia mengatakan, perseroan juga mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal 1/2018 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp245,68 miliar, naik tajam dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp6,63 miliar. Kinerja profitabilitas yang solid ini juga
terefleksi dari pertumbuhan earning before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) mencapai 95% menjadi Rp750 miliar dibandingkan sebelumnya Rp385,68 miliar.

“Kinerja kuartal I, kita sangat baik. Mudah-mudahan ini menjadi energi positif untuk bekal ke depan lebih baik lagi,” ujar Arie.

Pada kuartal I, Antam melakukan beberapa aksi korporasi untuk mendukung kinerjanya. Salah satunya pada Februari lalu, Antam menjadi bagian dalam kerja sama perdagangan Indonesia dan Jepang melalui penandatanganan notakesepahaman dengan MKK Co Ltd terkait perluasan cakupan penjualan dan pembelian emas di Jepang.

“Antam juga melakukan inovasi produk melalui penjualan
produk emas batangan bermotif “Hello Kitty” ke Jepang, inovasi produk emas batik, dan emas batangan tematik, seperti edisi Idulfitri, Tahun Baru Imlek, dan Natal,” ujarnya.

Menurut dia, optimalisasi perluasan pasar emas berdampak pada pendapatan selama kuartal 1/2018 sebesar Rp4,09 triliun. Capaian penjualan ini naik253% dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rpl,16 triliun.

“Tahun ini kami perkirakan keuntungan dari penjualan emas bisa mencapai Rp450 miliar,” ujarnya.

Antam memproyeksikan pendapatan sepanjang 2018 mencapai Rp22 triliun dan laba bersih dengan skala moderat di level Rp 500 miliar-Rpl triliun.

Komoditas emas tetap menjadi kontributor terbesar Antam dengan porsi 72% dari total penjualan perusahaan sebesar Rp5,73 triliun. Sisanya disumbang dari penjualan feronikel (17%), bijih nikel (10%), serta bauksit dan batubara (1%).

Arie menjelaskan, seiring dengan strategipengembangan pasar emas, baik domes tik maupun ekspor. Antam menargetkan produksi emas tahun ini dari tambang Pongkor di Jawa Barat dan Cibaliung, Banten, bisa mencapai 2 ton.

"Dari tambang Pongkor produksi emas ditargetkan bisa mencapai 1,2 ton dan Cibaliung sekitar 800 kilogram. Sedangkan realisasi produksi hingga akhir Mei dari kedua tambang mencapai 901 kilogram,” katanya.Produksi Feronikel

Arie menambahkan, produksi feronikel (FeNi) perseroan hingga akhir Mei mencapai 10.600 ton. Sementara target produksi sepanjang 2018 sebesar 26.000 ton, naik dari tahun lalu 21.700 ton dan 2016 sebesar20.800 ton.

Antam saat ini sedang menuntaskan pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. Progres pengerjaan proyek tahap pertama itu sudah mencapai di atas 60%. Antam memproyeksikan kapasitas produksi feronikel tersebut di line satu mencapai 13.500 ton nikel dalam feronikel (Tni) dari kapasitas tahap pertama sebesar 27.000TNiper tahun.

“Estimasi biaya Rp3,5 triliun untuk pembangunan pabrik line satu, diluaipowerplantf ujarnya.

’ Dia berharap operasi pabrik tersebut bisa dilakukan pada Juli 2019. Di luar itu, menurut Arie, Antam juga masih melanjutkan proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) Mempa- wah di Kalimantan Barat. Menurut rencana proyek tersebut akan memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta ton SG A per tahun. Dalam pengembangan proyek SGAR, Antam bekerja sama dengan PT Inalum (Persero) dan Chalco. Saat ini dalam proses finalisasi bankable feasibility study (BFS).

Sementara itu, Direktur Human Capital 8tCSRAntamJohan NBNababanmengatakan, selain menggenjot produksi, persero- anjuga terus berupa menjagake- lestarian lingkungan di bekas- bekas galian tambang.

® yanto kusdiantono

menu
menu