Sumber berita: BOLA, EDISI 2.885, SELASA 10 JULI 2018

Sumber foto: rimanews.com

Penuh Agenda Uji Coba

Dalam 40 hari terakhir menjelang Asian Games (AG) 2018 yang dimulai pada 18 Agustus-2 September, tim nasional balap sepeda disibukkan agenda uji coba. Beberapa nomor akan mengikuti kejuaraan di luar negeri, sisanya akan melakoni kejuaraan nasional.

PERSIANA GALIH

Menurut pelatih kepala tim nasional balap sepeda Indonesia, Dadang Haries Pumomo, saat ini adalah fase kompetisi. Artinya, program latihan lebih banyak fokus memperbaiki masalah kecepatan, teknik balap, dan strategi perlombaan.

“Hampir semua pesepeda pelatnas akan mengikuti agenda-agenda uji coba itu. Saat ini, kami punya 34 pebalap pelatnas. Dari jumlah itu, kurang lebih tim inti ada 31 pebalap,” kata Dadang kepada BOLA.Kejuaraan nasional akan dilakoni oleh tim nasional BMX, downhill dan cross country (lintas alam). Para pesepeda BMX pelatnas mengikuti Kejuaraan Nasional di Yogyakarta akhir pekan ini.

"Pada akhir pekan berikutnya, mereka akan mengikuti kejuaraan internasional di Banyuwangi. Lalu, sekitar dua sampai tiga pekan sebelum AG 2018, kami akan mengundang pebalap BMX asing yang punya level di atas rata-rata,” tuturnya.

Meski perlombaan digelar di dalam negeri, Banyuwangi International BMX Competition yang digelar pada 14-15 Juli itu telah masuk dalam kalender rutin Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI).Setidaknya 500 peserta dari dalam negeri dan mancanegara akan saling beradu kemampuan di ajang yang digelar di Sirkuit BMX Muncar.

Sementara itu, downhill dan cross country masing-masing akan melakoni kejuaraan nasional yang sama di Yogyakarta. Rencana timnas downhill Indonesia ke Sabah, Malaysia, untuk mengikuti kejuaraan di sana gagal lantaran waktu yang mepet dengan AG 2018.

Para pebalap sepeda trek pada 24 Juli akan terbang ke China untuk mengikuti Asian Cup. Kejuaraan tersebut hanya akan digelar selama tiga hari.

Sementara para pebalap sepeda road race pada 11 Juli akan terbang ke Australia untuk mengikuti beberapa kejuaraan terbuka berbeda.“Di Australia itu tiap akhir pekan pasti ada kejuaraan. Mungkin tiga pekan kami akan berada di sana,” kata Dadang.

Siapa Pengganti Hari?

Kabar kurang sedap datang dari Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. Hari Fitrianto, pebalap sepeda road race AG 2018, mengalami kecelakaan lalu lintas di sana pada Jumat (6/7) pukul 09.30. Ia ditabrak mobil Toyota Rush ketika melintasi daerah tanjakan. „

Karena kecelakaan tersebut, dokter Sevlln, spesialis bedah saraf Rumah Sakit Advent, Bandung, terpaksa memasang pen di sekitar tulang pipi dan rahang Hari.
Kabar tersebut tentu menghebohkan pelatnas sepeda. Pasalnya, saat ini Hari tengah berada dalam performa terbaiknya.

Dadang enggan menyimpulkan Hari batal tampil di AG 2018. Namun, jika memang mesti diganti, tim pelatih kemungkinan besar akan menurunkan Adrian Hidayat, pebalap sepeda usia 20 tahun.

“Saya rasa penggantian itu tak akan menjadi masalah. Artinya, ada satu pebalap muda di antara empatpebalap senior lainnya,” ujar Dadang.

Empat pebalap road race senior itu antara lain Robin Manulang, Aiman Cahyadi, Dadi Suiyadi, dan Jamal Hibatuilah.

Budi Saputra, manajer tim nasional Indonesia, optimistis Adrian dapat menggantikan peran Hari jika diperlukan. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Adrian memang menyita perhatian publik.

“Tidak ada salahnya kami memberikan Adrian kesempatan.Ini pun demi regenerasi pesepeda Indonesia,” tutur Budi.

Pergantian itu, kata Budi, tak akan mengubah daftar nama pesepeda yang telah disetor pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pada 20 Juni 2018, Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) memang mendaftarkan para pesepeda cadangan, termasuk Adrian.

"Memang sebelumnya ada satu slot yang diperebutkan Hari dan Adrian. Makanya, dengan musibah ini, Adrian kemungkinan besar akan diturunkan." katanva.

 

menu
menu