Sumber berita: KONTAN, NO 3350 THN 12, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3350 THN 12, KAMIS 7 JUNI 2018

Penyaluran Kredit Modal Kerja Masih Seret

JAKARTA. Para pengusaha tampaknya masih menahan ekspansi bisnisnya. Ini terlihat dari laporan Bank Indonesia (BI) yang mencatat pertumbuhan kredit modal kerja (KMK) per April 2018 hanya tumbuh sebesar 8,2% year on year (yoy) menjadi Rp 2.198,8 triliun. Ini sedikit menurun dibanding Maret 2018 yang tumbuh 8,4% yoy menjadi Rp 2.173,5 triliun.

Frans Alimhamzah, Direktur Bisnis Banking PT Bank CIMB Niaga menjelaskan,
hingga saat ini pertumbuhan kredit modal kerja belum ada perubahan signifikan. Meski begitu, ke depannya ada beberapa sektor yang akan mendorong seperti sektor manufaktur, kebun dan perdagangan.

Hingga kuartal II 2018, Frans melihat, penyaluran kredit modal kerja masih akan stagnan. Sebagai gambaran, sampai kuartal 1-2018, kredit modal kerja CIMB Niaga untuk segmen komersial tumbuh 9,4% menjadi Rp 19,85 triliun. Sedangkan untuk segmen
korporasi tumbuh 17,4% menjadi Rp 31,57 triliun.

Hariyono Tjahjarijadi, Presiden Direktur PT Bank Maya- pada juga melihat kredit modal kerja masih belum maksimal. Semua sektor masih belum menunjukan peningkatan, sehingga permintaan kredit masih lesu.

Pertumbuhan kredit modal kerja Bank Mayapada per April 2018 masih satu digit. “Hampir semua sektor bisnis belum sepenuhnya membaik,” ujar Hariyono, Rabu (6/6).

 

Momen Ramadan dan Lebaran ini diharapkan dapat menjadi stimulus dan jadi awal membaiknya perekonomian Indonesia. Sekadar tahu, mayoritas kredit Bank Mayapada memang disalurkan untuk kredit modal kerja.

Hariyono memproyeksikan pertumbuhan kredit 17%-18% tahun ini. Hingga April 2018 penyaluran kredit Bank Mayapada tumbuh 20,38% menjadi Rp 59,71 triliun.

Yoliawan Hariana

 

menu
menu