Sumber berita: KOMPAS. N0 42 THN-54 RABU 08 AGUSTUS 2018

Sumber foto: DIONISIO DAMARA UNTUK KOMPAS PT PLN (Persero) | bersama 34 BUMN, bersinergi untuk membiayai penyambungan listrik bagi rumah tangga tidak mampu pada Selasa (7/8/2018) di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Penyambungan Dibiayai untuk Percepat Elektrifikasi

JAKARTA, KOMPAS – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan 34 perusahaan BUMN akan membiayai penyambungan listrik dan instalasi untuk keluarga tidak mampu di Jawa Barat dan Banten. Langkah ini untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi nasional.

Untuk tahap awal, program ini akan membiayai 103.000 pelanggan hingga 28 Oktober 2018. Selanjutnya, sampai dengan Maret 2019, ditargetkan bisa menjangkau 360.000 pelanggan.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin, Selasa (7/8/2018), di Jakarta, mengatakan, biaya penyambungan listrik dan instalasi bagi rumah tangga tidak mampu akan dipotong 50 persen dari biaya normal. Setengah dari biaya tersebut akan ditanggung oleh 34 BUMN dan PLN.

Biaya normal untuk penyambungan daya 450 Volt Ampere (VA) sebesar Rp 933.000 Biaya itu terdiri dari biaya instalasi Rp 450.000, biaya penyambungan listrik Rp 421.000, materai Rp 12.000, sertifikasi laik operasi Rp 40.000, dan token perdana Rp 10.000.

Adapun untuk program listrik bagi keluarga tidak mampu, biaya instalasi diusulkan menjadi Rp 227.500 dan biaya penyambungan menjadi Rp 210.500. Biaya itu termasuk 2 titik lampu dan 1 stop kontak.

Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kementerian BUMN Nomor S-114/S.MBU/07/2018 tanggal 13 Juli 2018, perihal Program Elektrifikasi Jawa Barat Bagian Selatan dan Banten. Biaya yang dibutuhkan untuk program itu diperkirakan mencapai Rp 56,9 miliar.

Kendala
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, biaya penyambungan listrik menjadi kendala bagi keluarga tidak mampu. Saat ini, sebagian warga Jawa Barat dan Banten masih menumpang sambungan listrik dari tetangga mereka.

“Di Jawa Barat bagian selatan, masih banyak rumah yang di depannya ada tiang listrik, tetapi tidak tersambung karena biaya sambungan listriknya mahal,” ujar Rini.

Padahal, menurut data PLN, keluarga yang menyambung listrik ke tempat lain akan membayar lebih mahal dibandingkan dengan keluarga yang tersambung dengan listrik PLN. Dalam sebulan, biaya bulanan masyarakat yang menyambung listrik ke tempat atau rumah lain bisa mencapai Rp 30.000. Sementara, dengan listrik PLN Rp 22.775.

Berdasarkan data PLN, saat ini rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat sebesar 96,79 persen dengan 334.260 rumah tangga yang belum mendapat aliran listrik. Rasio elektrifikasi adalah jumlah penduduk yang sudah mendapatkan aliran listrik terhadap jumlah penduduk keseluruhan di suatu wilayah.

Dalam program ini, rumah tangga kurang mampu akan mendapatkan sambungan listrik PLN berdaya 450 VA dengan tarif bersubsidi dan sistem layanan prabayar. Penetapan masyarakat kurang mampu yang ikut serta dalam program ini berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Menurut data TNP2K, dari 10.424.118 keluarga di 17 kabupaten/kota di Jawa Barat, sebanyak 274.885 keluarga masih menumpang sambungan listrik, 48.253 keluarga sudah ada jaringan, dan yang belum ada jaringan 11.122 keluarga. Artinya, 3,21 persen belum mendapatkan aliran listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan Jonan berharap program ini memberikan kualitas penyambungan listrik yang terbaik. “Sebab, hal ini menyangkut keselamatan,” kata Jonan.

Hingga saat ini, tambah Jonan, masih ada 2,4 juta rumah tangga di Indonesia yang belum mendapatkan aliran listrik. (E14)

menu
menu