Sumber berita: KOMPAS. N0 48 THN-54 SELASA 14 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Warta Ekonomi.co.id

Penyeberangan Pakai Nontunai

TRANSPORTASI

JAKARTA, KOMPAS — Banyaknya uang kontan yang beredar di pelabuhan mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan penjualan tiket secara nontunai mulai Rabu (15/8/2018). Diharapankan, pencatatan keuangan lebih tertib dan peredaran uang tunai berkurang.

’’Saat ini uang tunai yang beredar di pelabuhan mencapai Rp 7 triliun setiap tahun. Kami ingin pengelolaan layanan di penyeberangan dilakukan sdeara digital agar terjadi tertib pembukuan,” kata Direktur Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) M Yusuf Hadi saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Pada tahap awal, ASDP baru menerapkan transaksi nontunai. Namun, nanti tiket pun akan dijual secara digital sehingga semua penumpang tercatat datanya Program digitalisasi layanan penyeberangan dilakukan bertahap.

Pada tahap awal, penjualan tiket secara nontunai diterapkan bagi pejalan kaki, pesepeda motor, dan kendaraan kecil di empat pelabuhan, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Tahap kedua pada Desember 2018, yakni penerapan tiket elektronik dimana semua penumpang harus mengisi data dengan lengkap. Selanjutnya, pada Maret 2019 berupa digitalisasi di 21 lintasan untuk di semua golongan kendaraan.

Sekretaris Himbara Budi Satria menambahkan, program itu akan menyukseskan Gerakan Nontunai yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Juni 2018, jumlah uang elektronik yang beredar dari empat bank anggota Himbara (Bank Mandiri, BRI, BTN, BNI) mencapai 103,7 juta kartu, naik 92 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya 54,08 juta kartu.

Jumlah kepemilikan uang elektronik juga terus bertambah dengan nominal transaksi menembus Rp 9,4 triliun. Angka tersebut melejit lebih dari 248 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 2,7 triliun. (ARN)

 

menu
menu