Sumber berita: KOMPAS, NO 310 THN 53, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: KOMPAS, NO 310 THN 53, RABU 6 JUNI 2018

Peralatan Tanding Tertahan di Priok

JAKARTA, KOMPAS-Sejumlah negara peserta Kejuaraan Asia Layar 2018 kecewa kepada panitia penyelenggara karena kontainer yang berisi peralatan bertanding masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Padahal, 21 kontainer dari delapan negara peserta itu sudah berada di pelabuhan sejak 18 Mei.

Namun, pengurusan izin mengeluarkan kontainer masih ter- kendala karena harus melalui Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) sebagai penerima Hal itu karena peralatan layar negara peserta Kejuaraan Asia Layar (ASC) akan dipakai juga untuk Asian Games 2018.

Akibatnya, delapan negara peserta, yaitu Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Thailand, Jepang, India, dan Pakistan, tidak bisa berlatih. Menurut rencana mereka berlatih mulai 1 Juni untuk persiapan ASC yang akan berlangsung pada 18-25 Juni di Ancol, Jakarta.

Korea Selatan, Singapura, dan Hong Kong telah menyatakan kekecewaannya kepada PB Porlasi. ’’Mereka, kan, menyewa pelatih asing dengan berharap sekaligus pemusatan latihan di sini. Sekarang, mereka nganggur menunggu kepastian,” ucap Sekjen

PB Porlasi Othniel Mamahit.

Singapura dan Hong Kong, kata Othniel, mengancam untuk memboikot ASC jika tidak ada kejelasan hingga Minggu, (10/6/2018). Bahkan, mereka berniat mengajak negara-negara lain untuk pulang sekaligus tidak ikut serta dalam Asian Games 2018.

Selain itu, pengurus federasi layar Hong Kong, Alex Mowday, sempat mengirimkan surat elektronik kepada PB Porlasi. Alex menyatakan, atlet mereka, Chang Hao, butuh kejelasan untuk mempersiapkan diri menjelang kejuaraan yang merupakan ajang dua tahunan dari Federasi Layar Asia. ’’Saya dengar sampai saat ini belum ada kepastian. Sangat sulit untuk memercayai ini bisa terjadi pada ajang besar. Ini pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini”, tulis Alex.

Pada Senin (4/6), Inasgoc menyampaikan, pengurusan izin sedang dalam proses. Selain itu, Inasgoc menargetkan seluruh persoalan itu dapat selesai sebelum ASC dimulai.

Komunikasi buruk

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (5/6), mengatakan, setelah mendengar

keterangan dari Porlasi dan Inasgoc, masalah itu teijadi karena ada komunikasi yang terputus. Dalam kasus itu, Porlasi akan menyelenggarakan ASC di arena layar yang disiapkan Inasgoc untuk Asian Games 2018.

Namun, Porlasi justru melakukan proses impor logistik dengan vendor sendiri. Menurut Inasgoc, jika menggunakan aset mereka, Porlasi harus melakukan proses impor menggunakan vendor dari Inasgoc.

’’Masalah itu harus diselesaikan dulu oleh kedua pihak. Kalau sudah beres, kami siap membantu proses selanjutnya jika dibutuhkan,” kata Gatot.

Seleksi BMX

Di cabang balap sepeda, seleksi untuk menentukan dua pebalap BMX untuk Asian Games akan dilakukan melalui tiga tahap. Pada seleksi pertama, Selasa kemarin, di Jakarta, I Gusti Bagus Saputra menjadi yang tercepat dalam tiga kali balapan, disusul Toni Syarifudin dan Rio Akbar.

Seleksi kedua akan dilakukan saat mereka mengikuti kejuaraan di Korea Selatan, 17 Juni, dan seleksi ketiga di Jakarta, 21 Juni.

Dalam seleksi pertama, kondisi fisik para pebalap kurang

prima karena masih beradaptasi dengan program pengurangan karbohidrat. Itu membuat tenaga para pebalap cepat terkuras. Pengurangan karbohidrat itu ditujukan menambah massa otot dan mengurangi lemak tubuh atlet.

’’Untuk jangka panjang, memang bagus karena massa otot akan bertambah dan tenaga juga bertambah. Tetapi, sekarang ini masih dalam proses adaptasi, makanya masih cepat lemas,” ungkap Toni.

Ketua Umum PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Raja Sapta Oktohari optimistis BMX putra bisa menyumbangkan emas di Asian Games 2018. ”Di berbagai kejuaraan, pebalap kita sudah selevel dengan peba- lap-pebalap lain. Di sini kita sebagai tuan rumah punya keuntungan mengenal sirkuitnya lebih baik. Makanya,. saya optimistis bisa medali emas,” ujarnya

Di kelompok putri, peluang Indonesia meraih medali dari BMX sangat berat. Pebalap BMX putri andalan Indonesia, Elga Kharis- ma Novanda, hingga saat ini belum pulih dari cedera tulang belakang, khususnya pada ruas L4-5. ISSI pun sedang mencari pengganti Elga. (DRI/KEL/OKI)

menu
menu