Sumber berita: KOMPAS. N0 79 THN-54 SENIN 17 SEPTEMBER 2018

Sumber foto: Kompas.id

Perbaikan DPT Diberi Waktu Dua Bulan

PEMILU 2019

 

JAKARTA, KOMPAS - Perbaikan secara menyeluruh terhadap daftar pemilih tetap Pemilu 2019 masih akan dilakukan hingga dua bulan mendatang. Perbaikan ini tidak hanya mencakup pembersihan DPT dari data pemilih ganda, tetapi juga termasuk mengakomodasi pemilih yang belum masuk DPT karena persoalan administrasi kependudukan.

Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat pleno terbuka KPU RI di Gedung KPU di Jakarta, Minggu (16/9/2018), yang membahas rekapitulasi nasional daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP). Selain dihadiri unsur pimpinan KPU, rapat juga dihadiri perwakilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), pimpinan partai politik peserta pemilu, perwakilan beberapa kementerian terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri, serta masyarakat sipil bidang kepemiluan.

Dalam rapat pleno itu, KPU juga menetapkan DPTHP, yang kemudian diberi nama DPTHP Tahap I berjumlah 185.084.629 pemilih di dalam negeri dan 2.025.344 pemilih di luar negeri. Data ini merupakan perbaikan dari DPT yang ditetapkan pada 5 September, yakni 185.732.093 pemilih dalam negeri dan 2.049.791 pemilih luar negeri. Pada saat itu,diputuskan ada pencermatan data pemilih ganda atas masukan dari parpol dan Bawaslu.

”Apa yang sudah dikerjakan hari ini akan terus disempurnakan. Daftar pemilih akan disampaikan kepada para pihak parpol, Kemendagri, dan Kemenlu untuk diperiksa lagi kalau masih ada yang perlu diperbaiki,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Anggota DKPP, Alfitra Salamm, dalam rapat itu meminta KPU tidak ragu memperpanjang waktu penelusuran daftar pemilih. Ketua Bawaslu Abhan dan anggota Bawaslu, M Afifuddin, bergantian menyampaikan rekomendasi perpanjangan penelusuran data ganda Bawaslu juga mendorong agar KPU mengaudit Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Sebab, dari pengawasan Bawaslu, masih ditemukan persoalan saat mengUnggah data ke sistem itu.

KTP elektronik
Menurut Arief, waktu dua bulan, selain soal pemilih ganda, pihaknya juga akan menyelesaikan persoalan pemilih dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang belum masuk DPT, pemilih, yang belum bisa masuk DPT karena belum punya KTP-el, termasuk pemilih pemula, serta pemilih dalam DPT yang tidak ada dalam DP4, ataupun penyelesaian persoalan Sidalih.

Sementara Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, hingga 31 Desember 2018, pihaknya akan menyelesaikan perekaman dan pencetakan sekitar 8 juta warga yang sudah memenuhi syarat untuk memiliki KTP-el. Dari jumlah itu, ada sekitar 5 juta pemilih pemula yang sudah akan berusia 17 tahun dalam kurun waktu Januari hingga 17 April 2019.

Menurut dia, diperlukan solusi untuk pemilih pemula yang belum berusia 17 tahun saat penetapan DPT karena dinas dukcapil tidak bisa menerbitkan KTP-el sebelum mereka genap berusia 17 tahun. (GAL)

 

menu
menu