Sumber berita: KOMPAS, NO 012 THN 54, SENIN 09 JULI 2018

Sumber foto: Okezone Ekonomi

Perkembangan Kualitas Belum Terjadi

JAKARTA, KOMPAS - Kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia belum sepenuhnya berkembang secara berkualitas. Ada kecenderungan penambahan jumlah pekerja informal tidak diikuti dengan perbaikan kompetensi.

’’Pertumbuhan sektor informal karena pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja layak di sektor formal. Selain itu, perkembangan tenaga kerja informal ini juga banyak dipengaruhi perkembangan teknologi informasi yang menumbuhkan usaha-usaha mikro yang menggunakan media internet,” ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal yang dihubungi di Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Ia menjelaskan, jumlah tenaga kerja formal di Indonesia pada Agustus 2017 berkurang 540.000 orang dari Agustus 2013. Sementara pekerja informal bertambah 10,76 juta orang pada periode yang sama.

Berdasarkan data tersebut, menurut Faisal, pemerintah mestinya menciptakan lapangan kerja berkualitas di sektor formal. Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengklaim, pada 2014, jumlah tenaga keija yang terserap sebanyak 2,65 juta orang.

Jumlah pekerja yang terserap pada 2015 meningkat menjadi 2,88 juta orang. Adapun pada 2016 tenaga kerja yang terserap sebanyak 2,44 juta orang dan pada 2017 sebanyak 2,66 juta orang.

Hanif mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Wido-. do-Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2 juta per tahun. Pemerintah juga mengupayakan penurunan angka pengangguran. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi sehingga membuka kesempatan kerja.

’’Angka-angka pertumbuhan lapangan kerja tersebut seharusnya ditelisik lebih jauh dengan kondisi masyarakat. Sudahkah terjadi peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat menengah bawah?” kata Faisal.

Berdasarkan data dari Badan Pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja layak di sektor formal.

Mohammad Faisal Pusat Statistik (BPS), ada 127,07 juta penduduk bekerja pada Februari 2018. Jumlah ini meningkat dari 124,54 juta penduduk bekerja pada Februari 2017 dan 121,02 juta pada Agustus 2017.

Sementara jumlah penganggur pada Februari 2018 sebanyak 6,87 juta orang. Jumlah ini berkurang dari Februari 2017 yang sebanyak 7,01 juta orang dan Agustus 2017 yang sebanyak 7,04 juta orang.

Faisal menambahkan, pada periode Agustus 2013-Agustus 2017, terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di sekor pertanian hingga 3,3 juta orang. Pada saat bersamaan, jumlah tenaga kerja sektor perdagangan dan jasa kemasyarakatan meningkat masing-masing 4,06 persen dan 2,03 persen. Sebagian besar bergerak di sektor informal.

Pertumbuhan ekonomi
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anton J Supit yang dihubungi terpisah mengatakan, pada masa Orde Biuu, 1 persen pertumbuhan ekonomi menciptakan 400.000 lapangan kerja. Akan tetapi, sejak beberapa tahun lalu, rasionya turun dan diperkirakan tinggal sekitar 180.000 lapangan kerja per 1 persen pertumbuhan ekonomi.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Tim- boel Siregar mengapresiasi upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah serapan tenaga kerja. Namun, pemerintah seharusnya tidak semata-mata mengedepankan kuantitas melainkan kualitas bekerja. ’’Pekerjaan berkualitas adalah pekerjaan yang dilakukan secara berkesinambungan dan pekerja memiliki keterampilan memadai," katanya. (MEDV)

menu
menu