Sumber berita: KOMPAS, NO 029 THN 54, KAMIS 26 JULI 2018

Sumber foto: KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO | Suasana pembukaan pameran Inamarine dan Inagritech 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (25/7/2018). Pameran tersebut menampilkan beragam produk dan teknologi di sektor industri maritim dan pertanian.

Perkuat Daya Saing Galangan

JAKARTA, KOMPAS–Untuk meningkatkan daya saing industri galangan kapal dalam negeri, industri komponen penting untuk diperkuat. Dengan daya saing yang lebih baik, maka galangan kapal dalam negeri bisa menggarap kebutuhan pasar domestik dan luar negeri.

Saat ini, industri galangan kapal dalam negeri mampu membangun kapal baru dan memelihara kapal dari berbagai jenis, tipe, dan ukuran.

“Namun, kami mengakui, masih ada kekurangan pada struktur industri galangan kapal, yakni dukungan industri penunjang yang belum kuat,” kata Wakil Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Anita menyampaikan hal itu dalam pembukaan Inamarine dan Inagritech 2018, pameran internasional yang menampilkan produk teknologi industri perkapalan dan teknologi pertanian di Jakarta International Expo.

Anita menuturkan, kekurangan pada struktur industri menimbulkan ketergantungan terhadap bahan baku dan komponen impor. Kondisi tersebut membuat daya saing menjadi relatif rendah.

Terkait hal tersebut, tambah Anita, Iperindo mengapresiasi upaya Kemenperin untuk memfasilitasi dan mendorong pengembangan industri kapal atau galangan kapal nasional.

“Hal ini antara lain melalui pemberian insentif kepada galangan kapal nasional melalui Rancangan Peraturan Menperin tentang skema khusus importasi komponen kapal yang belum diproduksi di dalam negeri,” katanya.

Selain itu, diberikan juga insentif kepada industri komponen kapal melalui bea masuk ditanggung pemerintah untuk importasi bahan baku yang belum diproduksi di dalam negeri.

Potensi
Menurut Anita, industri galangan kapal membutuhkan dukungan agar bisa optimal menggarap potensi pasar dalam negeri yang besar.

“Apalagi, pasar untuk kapal ternak, misalnya, cukup banyak peminatnya. Bisa jadi nanti dapat dikembangkan lagi kapal yang mampu mengakomodasi berbagai muatan terkait produk agro atau produk sektor pertanian,” kata Anita.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar mengatakan, peningkatan kemampuan produksi menjadi tantangan bagi industri perkapalan. Hal ini terkait dengan potensi pasar internasional yang besar.

Industri perkapalan merupakan industri strategis yang berperan penting bagi perekonomian nasional.

“Industri perkapalan yang berkarakter padat karya, padat modal, dan padat teknologi memerlukan perhatian dan penanganan yang serius dari pemerintah agar mampu berkembang dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Haris, industri komponen perlu ditumbuhkan untuk meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional. Efisiensi industri galangan kapal juga ditingkatkan, antara lain melalui optimalisasi seri standar desain kapal.

Berdasarkan data Kemenperin, pesanan pembangunan kapal baru di Indonesia 218.300 gross ton (GT). Sementara, pembangunan kapal baru di China pada 2017 sebesar 29,184 juta GT, Korea Selatan 25,468 juta GT, dan Jepang 14,733 juta GT. (CAS/E04)

 

menu
menu