Sumber berita: KOMPAS, NO 006 THN 54, RABU 04 JULI 2018

Sumber foto: detik, Sayap Serang Belgia, Nacer Chadli mencetak gol pada menit terahir yang memupuskan harapan jepang lolos ke perempat final piala dunia 2018 pada babak 16 besar di Rostov Arena, Selasa (3/7/2018 dini hari WIB.

Persaingan Sesama Rekan di Klub

Kemenangan dramatis atas Jepang membawa Belgia ke perempat final Piala Dunia 2018. Selanjutnya, ketangguhan generasi emas Belgia bakal diuji tim unggulan Brasil.

ROSTOV-ON-DON, SELASA - Belgia lolos dari lubang jarum dengan mengungguli Jepang, beberapa saat jelang laga berakhir. Gol penentu yang dicetak Nacer Chadli pada menit ke-90+4 membawa Belgia menang 3-2 dan lolos ke perempat final Piala Dunia Rusia 2018. Tidak tanggung-tanggung, lawan yang menanti mereka di perempat final adalah Brasil, peraih lima gelar juara Piala Dunia

Belgia mengalahkan Jepang dengan terengah-engah. Laga di Rostov Arena, Rostov-on-Don, Rusia, Selasa (3/7/2018) dini hari WIB, berakhir dengan menyisakan duka bagi Jepang. Tim ’’Samurai Biru” yang telah berjibaku sepanjang laga tak cukup perkasa untuk menaklukkan Belgia.

Jepang unggul lebih dulu, bahkan dengan skor 2-0 hingga menit ke-52. Saat Samurai Biru tampaknya akan menebas lawan, tim ’’Setan Merah” justru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Pintu menuju perempat final akhirnya terbuka untuk Belgia saat meraih kemenangan secara dramatis dengan mencetak gol jelang laga usai.

Kemenangan Belgia, seperti dikutip Le Soir, bak dibantu kemujuran. Koran harian di Belgia itu memuat judul utama, ’’Para Pemain yang Didukung Keajaiban”.
Pelatih Belgia Roberto Martinez enggan larut dalam euforia kemenangan mengingat mereka harus bersiap menghadapi Brasil di perempat final. Laga kontra Brasil itu akan berlangsung di Kazan Arena, Sabtu (7/7) pukul 01.00 WIB.

Bagi Martinez, Brasil harus dianggap sebagai tim terbaik di Piala Dunia 2018. Ia pun bisa memahami jika sebagian kalangan menilai Belgia sebagai tim underdog atau lebih tidak diunggulkan saat bertemu tim sebesar Brasil. Justru dengan status itu, timnya tidak mempunyai beban dan diharapkan bisa tampil lebih tenang dan lepas. Dengan modal ketenangan, sama seperti saat tertinggal ketika meladeni Jepang dan akhirnya bisa meraih kemenangan, ia berharap timnya bisa tampil baik.

’’Saya kira tak ada yang menyangka Belgia akan maju hingga semifinal. Namun, Belgia akan menikmati laga dengan Brasil nanti,” ujarnya.

Terakhir kali Belgia mencapai perempat final pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Pencapaian terbaik tim Setan Merah adalah meraih peringkat keempat pada Piala Dunia 1986.

Rekan di klub
Brasil dan Belgia sebenarnya mempunyai hubungan antarpe- main yang cukup erat, ditilik dari klub masing-masing. Laga ini pun layak disebut persaingan berselimutkan koneksi klub.

Gelandang-gelandang Brasil, Philippe Coutinho dan Paulinho, misalnya, membela klub Spanyol, Barcelona, bersama bek Belgia, Thomas Vermaelen. Sementara gelandang Brasil, Willian; kiper Belgia, Thibaut Courtois; serta pemain depan Belgia, Eden Hazard dan Michy Batshuayi, membela klub Inggris, Chelsea Pemain depan Brasil, Roberto Fir- mino, dan kiper Belgia, Simon Mignolet, juga bermain di klub Inggris, Liverpool.

Di klub Manchester City (Inggris), pemain depan Brasil, Gabriel Jesus, gelandang Fernandinho, dan kiper Ederson juga bermitra dengan gelandang Kevin de Bruyne dan bek Belgia, Vincent Kompany. Sementara Neymar serta dua bek Brasil, Thiago Silva dan Marquinhos, menjadi rekan bek Belgia, Thomas Meunier, bermain di klub Perancis, Paris Saint-Germain.

Dengan relasi antarpemain yang cukup erat itu, kedua tim bisa dikatakan telah saling mengenal kemampuan dan pola pemain lawan. Kecerdikan meracik strategi menjadi kunci untuk memenangi laga itu.

Belgia perlu mewaspadai Neymar. Pemain bintang Brasil itu tidak hanya piawai menggiring bola dan mencetak gol, tetapi juga lihai berakting. Pada laga Brasil melawan Meksiko di Samara, Rusia, Senin malam WIB, misalnya, Neymar berguling-guling saat kontak fisik dengan gelandang Meksiko, Miguel Layun. Tak lama setelah itu, Neymar kembali bugar.

Beban ’’Samba”
Jelang laga perempat final ini, Brasil bukannya tak pirnya beban. Tim ’’Samba” ingin menghapuskan lembaran hitam saat dipecundangi Jerman, 1-7, pada semifinal Piala Dunia 2014 di kandang sendiri. Brasil kini tengah fokus untuk meraih gelar keenam Piala Dunia

’’Saya berharap bisa mendapatkan gelar itu. Pasti sulit, tetapi Brasil harus terus bekeija keras dan memperbaiki permainannya,” ujar Willian.

Juara dunia lima kali itu diyakini tetap mengandalkan Neymar sebagai ujung tombak serta gelandang Coutinho yang sejauh ini telah mencetak dua gol, satu asis, dan dua kali menggondol penghargaan pemain terbaik pada laga di Piala Dunia 2018.

Kehadiran Willian juga bakal melengkapi trisula serangan Brasil bersama Neymar dan Coutinho. Benteng Brasil diperkirakan masih sulit ditembus dengan adanya kapten tim Silva dan penjaga gawang Alisson.

’’Kami berharap, pada perempat final nanti, kemenangan-kemenangan sebelumnya telah menumbuhkan kepercayaan diri tim (untuk memenangi laga),” kata Silva.
(AFP/AP/REUTERS/BAY)

menu
menu