Sumber berita: KOMPAS. N0 42 THN-54 RABU 08 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/AGUS SUSANTO | Ilustrasi _ Pekerja servis sumur di anjungan pengeboran minyak NKL 966 PT Pertamina EP Lapangan Sanga-sanga, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

Pertamina Ambil Alih Blok Sanga Sanga

TENGGARONG, KOMPAS – Badan usaha milik negara PT Pertamina (Persero) mengambil alih pengelolaan wilayah kerja minyak dan gas Sanga Sanga dari VICO Indonesia. Dengan pengambilalihan itu Pertamina berharap dapat mengelolanya secara terintegrasi dengan wilayah kerja minyak dan gas Mahakam.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning Portfolio and Evaluation PT Pertamina (Persero), Meidawati, di Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/8/2018) mengatakan, dengan mengelola wilayah kerja (WK) Sanga Sanga, anak-anak usaha Pertamina diharapkan bisa lebih bersinergi.

Nilai investasi tambahan untuk mengelola WK Sanga Sanga, melalui anak usaha yakni PT Pertamina Hulu Indonesia, mencapai 237 juta dollar AS dalam tiga tahun ke depan. Tahun depan diproyeksikan ada 29 sumur baru yang akan dieksplorasi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso menambahkan, WK Sanga Sanga sebenarnya merupakan WK migas yang sudah sangat menurun tingkat produksinya, yaitu berkisar 70-80 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMSCFD). Sementara produksi minyak sekitar 9.000 barel per hari (barel oil per day/BOPD) dan sampai akhir tahun sekitar 7.800 BOPD.

Akan tetapi, Bambang berharap potensi Sanga Sanga bisa ditingkatkan melalui sinergi anak usaha dan investasi. Sebab potensinya ada. WK Sanga Sanga di Kabupaten Kutai Kertanegara, merupakan satu dari delapan WK terminasi yang pengelolaannya diserahkan pemerintah ke Pertamina pada 20 April 2018. WK Sanga Sanga telah dikelola VICO Indonesia selama 50 tahun.

Direktur PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Andi Wisnu menyatakan, dengan produksi minyak-kondensat sebanyak 9.850 BOPD dan gas 74 MMSCFD, WK Sanga Sanga masih memiliki potensi untuk digarap Pertamina dengan tetap mempertahankan produksi. “WK Sanga Sanga akan diintegrasikan dengan lapangan Pertamina di sekitarnya seperti di Pertamina EP dan Blok Mahakam sehingga bisa lebih efisien,” ujarnya.

Ke depan, WK Sanga Sanga akan dikelola cucu perusahaan Pertamina, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga yang sejak awal Januari 2018 mengelola Blok Mahakam.

Dengan kondisi lapangan yang sudah tua, pemerintah berharap Pertamina bisa menahan laju penurunan produksi dengan menganggarkan dana investasi untuk mengebor 2 sumur di tahun 2018 dan 29 sumur di tahun 2019.

menu
menu