Sumber berita: KOMPAS. N0 48 THN-54 RABU 15 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO | Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong (kiri) didampingi Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis memaparkan data realisasi investasi triwulan II-2018 dan semester I-2018 di Jakarta

Pertumbuhan Melambat

JAKARTA, KOMPAS–Realisasi investasi di Indonesia pada semester I-2018 sebesar Rp 361,6 triliun atau tumbuh 7,4 persen dalam setahun. Kendati tumbuh, namun ada kecenderungan pertumbuhan realisasi investasi itu melambat.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada triwulan II-2018 sebesar Rp 176,3 triliun atau tumbuh 3,1 persen dalam setahun. Investasi pada triwulan II-2017 tumbuh 12,7 persen dalam setahun, sedangkan investasi pada triwulan I-2018 tumbuh 11,8 persen dalam setahun.

“Ada dampak dari gejolak rupiah, sebagai bagian gejolak mata uang negara berkembang di dunia, yang terjadi pada triwulan II-2018,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Lembong memaparkan, realisasi investasi triwulanan dipengaruhi penundaan. Kendati tidak batal, namun banyak proyek investasi bisa ditunda. Pada jangka menengah-panjang, penundaan itu tidak akan berdampak karena tetap akan terealisasi.

“Saat ini terlihat sikap melihat dan menunggu, yang terjadi memasuki tahun politik, dan diamplifikasi gejolak rupiah dan gejolak pasar modal dunia, khususnya di negara berkembang,” tambah Lembong.

Terkait hal tersebut, menurut Lembong, stabilitas rupiah menjadi sangat penting. Selama investor belum yakin rupiah stabil dan mencapai titik keseimbangan baru, maka mereka akan terus pada posisi menunggu dan menunda investasi.

Oleh karena itu, BKPM mendukung langkah-langkah Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga dan memperketat likuiditas dalam rangka menstabilkan rupiah. “Hal ini karena stabilitas rupiah begitu penting untuk sentimen investasi dan kepercayaan pasar,” ujarnya.

Nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Selasa, sebesar Rp 14.625 per dollar AS. Nilai tukar ini merupakan yang terlemah sepanjang tahun ini.

Langkah pemerintah
Menurut Lembong, pemerintah tidak akan tinggal diam menyaksikan perkembangan di pasar keuangan dan pasar modal. Pemerintah juga akan mengambil langkah-langkah istimewa untuk membantu meningkatkan fundamental perekonomian ekonomi Indonesia.

Upaya yang sedang dilakukan adalah menggencarkan implementasi pencampuran 20 persen biodiesel ke dalam setiap liter solar untuk mensubstitusi impor bahan bakar minyak dengan produk lokal berbasis minyak sawit. Menurut hitungan pemerintah, upaya tersebut akan menghemat devisa hingga 6 miliar dollar AS per tahun.

“Presiden menugaskan Menteri Keuangan mengkaji pemberian tax super holiday. Tax holiday sejauh ini, dalam peraturan pemerintah, maksimal hanya sampai 20 tahun,” katanya.

Pemerintah, tambah Lembong, akan mengkaji pemberian pembebasan pajak atau tax holiday sampai 50 tahun bagi investasi-investasi tertentu, misalnya bagi industri yang mengurangi ketergantungan ekonomi Indonesia pada impor.

“Sekitar 75 persen impor kita adalah bahan baku. Jadi, menurut hemat kami, investasi di sisi hulu industri yang bisa mengurangi ketergantungan ekonomi pada impor bahan baku jelas layak diberikan insentif istimewa,” katanya.

Ia menambahkan, pada situasi sensitif seperti sekarang, ketika sentimen pasar dunia rapuh, harus dijaga agar jangan sampai ada kebijakan yang mengagetkan atau berdampak negatif terhadap sentimen investasi.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, realiasi penanaman modal asing (PMA) pada semester I-2018 mencapai Rp 204,6 triliun atau turun 1,1 persen dalam setahun.

Sementara, dalam siaran pers, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, Kemenperin akan mendorong investasi untuk masuk ke berbagai sektor industri di Indonesia. Tujuannya, untuk memperkuat sektor riil sehingga bisa menjaga fundamen perekonomian Indonesia. (CAS)

menu
menu