Sumber berita: KOMPAS. N0 58 THN-54 MINGGU 26 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.id

Petinju Nasional Menang Mutlak

TINJU

JAKARTA, KOMPAS - Petinju nasional mendominasi seluruh laga di Hall C JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (25/8/2018). Empat petinju melaju mulus ke babak 16 besar Asian Games 2018 dengan kemenangan mutlak.

Para petinju yang berlaga kemarin adalah Gha Libertus di kelas welter ringan 64 kilogram. Sunan Agung Amoragam (bantam 56 kg), Mario Blasius Kali (terbang ringan 49 kg), dan Huswatun Hasanah (ringan putri 60 kg). Mereka menang 5-0 di babak 32 besar.

Dominasi para petinju nasional tak lepas dari gemuruh dukungan penonton sejak laga pertama.

Penampilan paling menjanjikan ditampilkan Gha Pe,tinju asal Nusa Tenggara Timur itu membuat lawannya petinju asal Bhutan, Doiji Wangdi, terlihat seperti amatir. Sejak awal laga, Gha membombardir wajah Dorji dengan jab tangan ldri dan straight tangan kanan.

Kombinasi pukulan cepat Gha memaksa Doiji terus menjaga wajah dengan kedua tangannya Gha terus mendorong Doiji ke sudut ring. Hingga pada ronde pertama tersisa 1 menit 13 detik, pukulan kombinasi kiri dan kanan petinju berusia 22 tahun itu membuat lawannya terhuyung-huyung.

’’Saya diinstruksikan terus menyerang dari awal, untuk mencari poin. Saya tidak menemukan kesulitan sama sekali melawan dia,” tegas Gha seusai memenangi laga

Terbukti saat ronde kedua dimulai, Gha semakin mendominasi. Dia hampir menjatuhkan lawan di pertengahan ronde. Namun, Doiji masih mampu berlaga Dominasi terus berlanjut pada pengujung laga, ronde ketiga

Akan tetapi; Gha sempat mengalami masalah kecil di ronde akhir. Pelipis kirinya robek karena benturan kepala dengan Doiji. Wasit dua kali meminta tim medis menghentikan darah di atas alis Gha

Yakin emas
Pelatih tinju. Deni Hitarihun terpukau dengan aksi anak asuhnya ’’Awalnya dia tidak begitu diunggulkan. Namun, setelah penampilan tadi, dia punya peluang merebut medali,” katanya

Selain Gha, Sunan juga men-,v dominasi lawannya, Laisulla Azizi asal Afghanistan. Mario menguasai laga melawan petinju Sri Lanka, Palleha Muturanwellige.

Huswatun, petinju putri nasional, juga melangkah mulus. Walaupun tampil tidak dominan saat melawan petinju Kirgistan, Farida Pupova, Huswatun sangat sabar memanfaatkan serangan balik.

Menurut Deni, dominasi petinju nasional ini merupakan hasil manis dari uji coba kejuaraan di Ukraina, April 2018. Di sana, petinju nasional menjajaki latih tanding dengan petinju lokal Ukraina

Meski demikian, petinju Indonesia masih perlu mewaspadai petinju asal Uzbekistan dan Kazakhstan pada babak selanjutnya Negara-negara tersebut dinilai lebih berpengalaman. ’’Petinju mereka sudah kelas dunia,” kata Deni.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia Jhony Asadoma hadir langsung menyaksikan laga itu. Dia yakin petinju nasional mampu menyumbangkan minimal satu medali emas. (KEL)

 

menu
menu