Sumber berita: KOMPAS, NO 028 THN 54,RABU 25 JULI 2018

Sumber foto: KOMPAS/SAMUEL OKTORA | Seluruh pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 memasuki panggung acara Debat Publik Pertama di Gedung Sasana Budaya Ganesa, Kota Bandung, Jabar, Senin (12/3), pukul 19.30. Dari kiri ke kanan adalah pasangan Ridwan Kamil–Uu Ruzhanul Ulum, pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, pasangan Sudrajat–Ahmad Syaikhu, serta pasangan calon Deddy Mizwar–Dedi Mulyadi. Sedikitnya 1000 orang hadir dalam acara bertema Politik, Ekonomi, Hukum, dan Pemerintahan Daerah Dalam Pusaran Pembangunan Nasional ini. Kompas/Samuel Oktora (SEM)

Pilkada Kondusif, Ridwan-Uu Pimpin Jawa Barat

BANDUNG, KOMPAS- Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum resmi diumumkan unggul dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2019-2023. Hingga proses penetapan pemenang pilkada ini, tidak ada keberatan yang muncul dari kelompok pasangan calon lainnya.

”Hasil pilkada tanpa sengketa menjadi cerminan pesta demokrasi dan rakyat Jabar yang baik. Persentase pemilih pun mencapai 71 persen atau lebih baik daripada sebelumnya, sekitar 63 persen,” kata Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan dalam rapat pleno terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Terpilih di kantor KPU Jabar, Kota Bandung, Selasa (24/7/2018).

Hadir dalam acara ini pasangan Kamil-Uu. Namun, hanya seorang peserta pilkada lainnya yang mengikuti acara tersebut, yaitu calon wakil gubernur Jabar, Ahmad Syaikhu.

Menurut Iriawan, kesuksesan ini menjadi buah dari kerja sama berbagai pihak. Tidak hanya dari KPU Jabar serta Badan Pengawas Pemilu Jabar, aparat keamanan dari Polri beserta jajaran Komando Daerah Militer III Siliwangi juga memastikan keamanan di setiap daerah.

”Untuk pasangan calon terpilih, kami berharap mereka memberi perhatian pada masyarakat miskin, khususnya di selatan Jabar. Pembangunan Jabar ke depan harus lebih optimal,” kata Iriawan.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat memaparkan, dari 171 daerah pemilihan, ada 70 kasus yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Di Jabar, tuturnya, hanya empat daerah yang mempermasalahkan hasil pilkada, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, serta Kota dan Kabupaten Cirebon.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, pilkada kali ini adalah wujud keberhasilan semua lapisan masyarakat. Semua kalangan semakin cerdas dan dewasa menghadapi perbedaan.

Dewan pertimbangan

Ridwan Kamil mengungkapkan tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jabar tentu tidak akan mudah. Ia bakal menjadi harapan perbaikan kesejahteraan 48 juta warga Jabar

yang tersebar di 27 daerah. Namun, ia berjanji untuk merangkul dan memperhatikan aspirasi semua kalangan masyarakat yang ada.

”Pilkada adalah masa lalu. Jabar juara lahir batin adalah masa depan. Visi-misi setiap calon sangat istimewa. Mari kita bangun Jabar bersama-sama, tanpa ada perbedaan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kamil berencana membuat Dewan Pertimbangan Gubernur. Nantinya, dewan pertimbangan ini akan diisi oleh para pasangan calon gubernur yang ikut dalam pilkada serta kepala daerah Jabar sebelumnya.

Ahmad Syaikhu pun menyambut rencana ini dengan optimistis. Ia berharap, Program Asyikpreneur bisa diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sehingga bisa membantu pengentasan masyarakat dari kemiskinan di Jabar.

Asyikpreneur merupakan program pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu untuk membentuk 300.000 wirausaha baru dan 2 juta lapangan pekerjaan.

menu
menu