Sumber berita: KONTAN, NO 3347 THN 12, SENIN 4 MEI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3347 THN 12, SENIN 4 MEI 2018

PM Yordania Tolak Permintaan Demonstran

AMMAN -PerdanaMenteri (PM) Yordania Hani Mulki menolak mencabut rancangan' undang- undang (RUU) reformasi pajak yang memicu unjuk rasa terbesar dalam lima tahun. RUU itu di- dukungolehDanaMoneterlnter- nasional (IMF), tapi ditolak para demonstran. PM Mulkimenyata- kan nasib RUU itu tergantung padakeputusan parlemen.

Ribuan demonstran telah menggelar unjuk rasa dekat kan- torkabinetuntuktigamalamber- turut-turut dengan agenda menentang RUU itu. Mereka meneriakkan slogan- slogan antipeme- rintah dan mendesak Raja Abdullah memecat PM Mulki.

Aparat keamanan memblokir jalan utama menuju kantor kabinet untuk mencegah para demonstran datang. Para aktivis menyatakan ratusan orang juga menggelar unjuk rasa damai di kota-kota lain, termasuk Ramtha diutaradanKotaMaandiselatan. “Mengirim RUU tidak berarti parlemen akan setuju atau mendukung pasal-pasalnya. Parlemen memiliki keputusan sendiri,” kata Mulki setelah bertemu parapemimpinserikatburuhdan anggota parlemen.

Sejumlah serikat buruh menyatakan RUU pajak akan memperburuk standar kehidupan yang telah turun. RUU itu bagian dari langkah penghematan yang direkomendasikan IMF pada Yordania.

Awal tahun ini pajak umum dinaikkan dan subsidi roti dihapus sebagai bagian rencana tiga tahun untuk memangkas utang sebesar USD37 miliar atau setara 95% dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah mengaku perlu dana untuk layanan publik dan berpendapat reformasi pajak mengurangi kesenjangan sosial
dengan memberi-kanbeban lebih besar pada pemilik pendapatan tinggi dan pe-gawai dengan gaji kedltidakakanterkenapengaruh.

Mulki menjelaskan, IMF telah menyelesaikan misi terbaru di Yordania pada Kamis (31/5) dan berharap Yordania akan memutuskan pada pertengahan 2019 tentang reformasi yang diperlu- kanagar ekonomi kembalipulih.

Raja Abdullah tampaknya mendukung Mulki. Menurut Raja Abdullah, parlemen dan pemerintah harus melakukan dialog nasional untuk mencapai kompromi atas RUU itu. Kerajaan itu menyalahkan krisis regional menjadi penyebab memburuknya kondisi fiskal di negara yang tergantung pada bantuan tersebut. Yordania memiliki perbatasan dengan Suriah di bagian utara dan Irak di bagian timur. Banyak pengungsi dari Suriah dan Irak datang ke Yordania untuk berlindung. Saat ini Yordania menampung ratusan ribu pengungsi darikonflikSuriah.

Parapengkritikmenyatakan RUU itu akan merugikan warga miskin. Mereka menuduh para politisi menyalahgunakan dana publik dan korupsi.

Ketua parlemen Atef Taraw- neh menyatakan lebih dari 80 deputi, mayoritas di majelis dengan 130 kursi itu ingin pemerintah mencabut RUU pajak tersebut. "Kami tidak ingin RUU yang didikte IMF,” kata Tarawneh setelah bertemuMulki.

Serikatburuhyangmewakili pegawai sektor swasta dan pegawai negeri menyatakan pemerintah telah menyerah pada permintaan IMF dan kesenjangan meningkat antara warga kaya dan miskin di negara dengan 8 juta jiwa tersebut.

  • syarifudin
menu
menu