Sumber berita: KOMPAS, NO 016 THN 54, JUMAT 13 JULI 2018

Sumber foto: Nasional Kompas

Polri Antisipasi Provokasi

JAKARTA, KOMPAS - Meskipun tahapan Pilkada 2018 di Papua telah berakhir, gangguan keamanan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. Untuk itu, Kepolisian Negara RI mengantisipasi provokasi yang disebarkan KKB di dunia maya terkait tindakan aparat hukum yang dituding merugikan masyarakat.

Pada Kamis (12/7/2018), sebuah akun di Facebook bernama Wene Jokolan Papua menyebarkan informasi adanya bom yang diledakkan pasukan gabungan Polri dan Tentara Nasional Indonesia di sekitar Nduga. Bom itu dimaksudkan untuk menyerang KKB, tetapi diklaim justru membahayakan perkampungan warga. Unggahan informasi itu disertai gambar hutan terbakar.

Terkait informasi itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono menegaskan informasi itu hoaks atau berita bohong. Ia menekankan, KKB justru terus melakukan serangan kepada anggota Polri yang membantu distribusi logistik bagi masyarakat.

Sejumlah personel Kepolisian Daerah Papua, lanjut Syahar, Rabu (11/7), sekitar pukul 11.17 waktu Indonesia timur tengah membawa bahan makanan untuk masyarakat dan anggota kepolisian di Nduga lewat jalur udara menggunakan helikopter. Namun, helikopter ditembaki KKB.

Untuk melindungi helikopter itu, sejumlah personel Briinob Polri, yang mengawal helikopter dengan jalur darat, balas menembak KKB. Akibatnya, pengiriman logistik dibatalkan.

Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya menggelar rapat dan koordinasi dengan pemerintah daerah Nduga, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal George Elnadus Supit untuk mengatasi aktivitas KKB yang mengganggu keamanan, termasuk Pilkada 2018. (SAN)

menu
menu