Sumber berita: KOMPAS, NO 034 THN 54, SELASA 31 JULI 2018

Sumber foto: KOMPAS/WAWAN H PRABOWO | Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). SBY menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden.

Prabowo: Keputusan Akhir di Partai

Partai Keadilan Sejahtera mengapresiasi pernyataan Yudhoyono bahwa Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pemilu 2019. Namun, untuk posisi calon wakil presiden, masih belum jelas.

JAKARTA, KOMPAS – Pimpinan partai politik yang bukan anggota koalisi pendukung Presiden Joko Widodo, semakin intensif berkomunikasi untuk mematangkan bangunan koalisi di Pemilu 2019. Dalam komunikasi ini, posisi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden, terlihat semakin diteguhkan. Namun, untuk posisi calon wakil presiden (cawapres), masih muncul beberapa pendapat.

Usai menggelar pertemuan dengan Prabowo di rumahnya di Jakarta, Senin (30/7/2018), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan,. “Kami datang dengan satu pengertian bahwa Pak Prabowo adalah capres kita.”

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri, mengapresiasi pernyataan Yudhoyono tersebut. “Ada satu harapan ke depan: insyaAllah Pak Prabowo presiden Indonesia 2019-2024,”katanya.

Pertemuan antara Yudhoyono dan Salim Segaf digelar kemarin malam, setelah pada siang harinya, Yudhoyono bertemu dengan Prabowo. Sebelum bertemu dengan Yudhoyono, Salim Segaf dan Presiden PKS Sohibul Iman bertemu dengan Prabowo di DPP PKS. Prabowo mengunjungi DPP PKS, setelah bertemu dengan Yudhoyono.

Cawapres
Terkait posisi cawapres, Yudhoyono menyerahkan keputusan itu pada Prabowo.”Untuk cawapres, ini diserahkan pada capres (Prabowo). Kita akan saling mendengarkan, menimbang pasangan mana yäng cocok. Saya yakin capres pada saatnya mengkomunikasikan pada partai politik koalisi,” katanya.

Salim Segaf mengatakan, masalah cawapres akan disepakati bersama. Namun dia mengingatkan Pertemuan Ulama dan Tokoh Nasional, Forum Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), merekomendasikan pasangan Prabowo-Salim Segaf dan pasangan Prabowo-Abdul Somad Batubara.

Kemarin, saat bertemu Salim Segaf dan Sohibul, Prabowo juga sempat membicarakan isi rekomendasi forum ulama itu. Prabowo menyampaikan, menerima dan mempelajari rekomendasi tersebut.

“Dalam mekanisme politik kita, keputusan akhir ada di partai. Kita hargai jajak pendapat dan masukan itu, tetapi rekomendasi adalah rekomendasi. Sebagai alat. Coba kita pelajari hasil rekomendasi ulama itu klausul demi klausul. Masih ada klausul dalam rekomendasi itu bahwa dinamika politik akan dipertimbangkan. Dengan demikian saya akan konsultasi dengan semua pihak,” kata Prabowo.

Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal mengatakan, jika koalisi menghormati hasil Forum Ijtima Ulama, seharusnya Prabowo tidak perlu mencari opsi cawapres lainnya. “Dalam situasi sekarang, sudah saatnya kami harus segera mengerucutkan nama. Kami mendengar Pak Prabowo menerima (usulan ulama). Masa dua-duanya tidak dipilih?” katanya.

Dicermati
Dinamika di Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS ini, juga menjadi perhatian partai politik anggota koalisi pengusung Presiden Jokowi di Pemilu 2019. “Kami tentu akan mengambil langkah-langkah strategis dan taktis untuk mengantisipasinya,” kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily,

Ia menambahkan, titik krusial dari koalisi itu ada saat penentuan capres dan cawapres.

Sementara itu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menuturkan, dirinya bersama ketua umum partai pengusung Jokowi di Pmeilu 2019, sudah sepakat memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk menimbang figur terbaik menjadi cawapresnya. Dan sesuai kesepakatan ketua-ketua umum partai pengusung Jokowi, siapapun yang kelak dipilih, partai-partai akan tetap solid mengusung Jokowi di Pemilu 2019.
(Kristian Oka/Kristi Dwi Utami)

menu
menu