Sumber berita: INVESTOR DAILY, SELASA 5 JUNI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, SELASA 5 JUNI 2018

Produksi Padi Capai 84 Juta Ton Tahun Depan

 

 
  

Oleh Damiana Simanjuntak

Demikian disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman seperti termuat dalam bahan paparan Rapat Keija Anggaran Kementan Tahun 2019 dengan Komisi IVDPR di Jakarta, Senin (4/6). Rapat keija dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo.

Mentan Amran menyatakan, pada2019, pagu indikatif anggaran Kementan dialokasikan sebesar Rp 21,07 triliun. Anggaran tersebut untuk membiayai 10 kegiatan prioritas, di antaranya produksi padi yang ditargetkan mencapai 84 juta ton. “Ada 10 kegiatan prioritas yang akan dialokasikan pada tahun anggaran 2019 yang mengacu kualitas medium sebesar 4,55%, dan kualitas rendah sebesar 7,50%. “Harga beras medium di penggilingan turun 0,33%,” jelas Kepala BPS Suhariyanto.

pada prioritas nasional, salah satunya produksi padi yang ditargetkan mencapai 84 juta ton,” ungkap Mentan Amran.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional dalam 10 tahun terakhir terus bergerak naik. Produksi padi 2007 tercatat 57,15 juta ton GKG, lalu 2008 adalah 60,32 juta ton GKG, dan pada 2009 menjadi 64,39 juta ton GKG. Pada 2010-2017, berturut-turut data produksi padi nasional tercatat 66,47 juta ton GKG, 65,75 juta ton GKG, 69,05 juta ton GKG, 71,28 juta ton GKG, 70,84 juta ton GKG, 75,39 juta ton GKG, 79,36 juta ton GKG, dan 81,38 juta ton GKG.

Sementara 10 kegiatan prioritas pada 2019 terutama adalah peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja serta pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air. Ke-10 kegiatan itu adalah produksi dan perbanyakan benih/bibit melalui pengembangan nursery/V.&h\m benih/bibit, peningkatan penyediaan air melalui perbaikanjaringan irigasi dan pembangunan embung, long storage, dam parit, serta modernisasi pertanian melalui peningkatan bantuan alsintan.

Kegiatan lain adalah pengembangan komoditas strategis padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi/kerbau, cabai dan bawang merah. Juga, percepatan peningkatan bawang putih, serta pengembangan komoditas substitusi impor.

Kemudian, melanjutkan upaya swasembada pangan yakni penyediaan dan perbanyakan indukan sapi melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), mendongkrak produktivitas pertanian melalui pencetakan sawah di wilayah perbatasan dan daerah pengembangan baru dan opti- masi lahan kering dan lahan rawa, serta pengembangan sumber daya manusia bidang pertanian yakni peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasional.rientasi ekspor di daerah perbatasan.

. Selain itu, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani miskin di perdesaan.

Dalam bahan paparan tersebut juga terungkap bahwa dari total pagu indikatif Kementan untuk tahun anggaran 2019 sebanyak Rp 6,01 triliun di antaranya dialokasikan untuk Ditjen Tanaman Pangan. Khusus untuk 2018, Komisi IV DPR menyetujui pergeseran anggaran untuk Ditjen Tanamam Pangan Kementan yang sebelumnya sebesar Rp 6,48 triliun menjadi Rp 6,68 triliun. Hingga 1 Juni 2018, realisasi serapan anggaran tahun 2018 Kementan telah mencapai 20,88% ari total pagu APBN 2018 Kementan yang mencapai Rp 23,86 triliun.

Di sisi lain, hingga 31 Mei 2018 Kementan telah merealisasikan 323.356 hektare (ha) luasan pengembangan lahan padi dari total target 3,44 juta ha hingga akhir 2018. Sementara dari total target ekspor beras 2018 sebanyak 5.250 ton, pada Januari-April 2018 telah terealisasi 3.055 ton.

menu
menu