Sumber berita: KOMPAS, NO 013 THN 54, SELASA 10 JULI 2018

Sumber foto: Kompas Ekonomi

Program Kewirausahaan Petani Diperluas

JAKARTA, KOMPAS - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mendorong perluasan program kewirausahaan dan digitalisasi pertanian. Harapannya, skala usaha sektor pertanian meningkat dan menguntungkan. Program ini ditargetkan terlaksana di sembilan kabupaten di Jawa Barat pada akhir 2018.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, di Jakarta, Senin (9/7/2018), menyatakan, jika program berjalan dengan baik, program berpotensi diperluas atau diduplikasi ke kabupaten-kabupaten di Indonesia

Hadir dalam acara itu, Direktur Utama PT Mitra Bumdes Nusantara Anita Retnani, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askan- dar, CEO Digital Service PT Telkom Indonesia Tbk David Bangun, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI Catur Budi Harto, serta Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo.

Program kewirausahaan pertanian mengintegrasikan semua fase usaha petani padi, mulai dari pratanam, penanaman, panen, hingga pascapanen dalam satu sistem teknologi digital.

Program ini dilakukan sejumlah BUMN, seperti bank-bank BUMN, PT Pupuk Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Telkom Indonesia bekerja sama dengan PT Mitra Bumdes Nusantara. Ke- menterian BUMN menargetkan program terlaksana di Indramayu, Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Cianjur, Purwakarta, Karawang, Sumedang, dan Majalengka tahun ini.

Masih rentan

Sementara itu, Indonesia dinilai belum mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangannya Ketahanan pangan Indonesia tergolong rendah.

’’Dalam peta (ketahanan pangan) dunia, Indonesia ditandai dengan warna merah, berarti kondisinya parah. Kondisi ini dapat berlangsung hingga tahun 2080,” kata Senior Expatriate Tech-Cooperation Asia Pacific FAO Ratno Soetjiptadie dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Pertanian di Jakarta, Senin.

Menurut Ratno, kondisi itu menggambarkan Indonesia masih butuh negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangannya Jika hanya mengandalkan usaha petani, sulit memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri. Namun, prediksi itu dapat diatasi dengan upaya ekstra dari semua pihak. (FER/JUD)

 

menu
menu