Sumber berita: KOMPAS, NO 036 THN 54 KAMIS 02 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.id

Proyek Dikonsentrasikan ke Kementerian PUPR

INFRASTRUKTUR

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah mematangkan rencana mengonsentrasikan proyek pembangunan fisik ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Salah satunya pembangunan lima pasar regional tahun depan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seusai bertemu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Rabu (1/8/2018), menyatakan, selama ini proses penganggaran proyek pembangunan pasar melalui Kementerian Perdagangan dan sebagian dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK). Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan fisik akan dikonsentrasikan ke Kementerian PUPR.

Lima pasar itu tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga berencana menyerahkan proyek renovasi dan pembangunan kembali pasar yang terbakar kepada Kementerian 'PUPR. Mekanismenya, usulan renovasi pasar tetap melalui Kementerian Perdagangan, tetapi pembangunannya melibatkan Kementerian PUPR.

Basuki menambahkan, pembangunan pasar merupakan salah satu dari beberapa proyek fisik senilai Rp 6,5 triliun yang akan diserahkan ke Kementerian PUPR. Proyek-proyek itu mencakup pembangunan sekolah, perguruan tinggi, dan madrasah yang merupakan program Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Saat ini, lanjut Basuki, Kementerian PUPR tengah memproses pembangunan pasar yang ditugaskan melalui instruksi presiden (inpres). Pasar-pasar tersebut, antara lain Pasar Aksara di Medan, Pasar Atas di Bukittinggi, Pasar Johar di Semarang, dan Pasar Prawirotaman di Yogyakarta. Pasar Atas, Bukittinggi, yang terbakar tahun lalu, misalnya, dibangun lagi dengan anggaran Rp 354 miliar.

Penugasan melalui inpres dan penyerahan pembangunan lima pasar regional dari Kementerian Perdagangan merupakan bagian dari rencana pemerintah mengonsentrasikan proyek pembangunan fisik ke Kementerian PUPR.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga menambahkan, pihaknya akan membentuk unit manajemen untuk menangani proyek infrastruktur selain proyek yang biasa ditangani Kementerian PUPR Unit itu akan fokus menangani proyek yang diserahkan ke Kementerian PUPR. Dengan anggaran sekitar Rp 6,5 triliun; pihaknya mesti menangani pembangunan ratusan sekolah, serta sekitar 40 perguruan tinggi dan madrasah yang lokasinya tersebar.

Terkait pasar regional, kata Danis, akan dibangun khas sesuai peruntukannya. Oleh karena itu, perlu desain khusus untuk membangunnya. "Konsep pasarnya dari Kementerian Perdagangan, kami membangun saja,” kata Danis. (NAD)

menu
menu