Sumber berita: KOMPAS, NO 021 THN 54, RABU 18 JULI 2018

Sumber foto: kompasiana.com

Rasio Kredit UMKM Capai 20,69 Persen

Sebagian bank belum memenuhi rasio 20 persen antara lain karena minimnya jaringan. Penyaluran perlu terus dipacu demi dukung UMKM.3412:23 PM 7/18/2018

JAKARTA, KOMPAS - Bank Indonesia mencatat, sampai Mei 2018, rasio kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) mencapai 20,69 persen dari total pembiayaan perbankan. Pencapaian itu dinilai positif, tetapi penyaluran perlu dipacu agar semakin banyak pelaku usaha mendapat dukungan pendanaan.

Direktur Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari, di Jakarta, Selasa (17/7/2018), menyatakan, bank umum wajib menyalurkan kredit atau pembiayaan ke UMKM. Jumlah kredit ditetapkan paling rendah 20 persen terhadap total pembiayaan.

Pencapaian rasio kredit UMKM ditetapkan bertahap dari 5 persen tahun 2015, lalu 10 persen tahun 2016, kemudian 15 persen tahun 2017, dan minimal 20 persen tahun 2018. Sebagian bank dalam negeri, serupa dengan bank asing, belum mencapai rasio kredit sesuai arahan antara lain karena minimnya jaringan.

Menurut Yunita, kebijakan itu merupakan bagian dari mendorong daya saing UMKM Indonesia. Harapannya, pangsa pasar UMKM jadi semakin luas, baik nasional maupun internasional.

BI mencatat, per akhir triwulan IV-2017, kredit UMKM mencapai Rp-990,3 triliun atau tumbuh 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016. Di sisi klasifikasi usaha, 45,4 persen kredit UMKM disalurkan ke segmen usaha menengah, 24,8 persen ke usaha kecil, dan 29,9 persen ke mikro.

Sementara itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan syarat pengajuan dana bergulir. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran dana bergulir yang pada semester 1-2018 baru sekitar 12 persen dari target penyaluran Rp 1,2 triliun tahun 2018.

’’Adanya Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 8 Tahun 2018 terkait penyaluran pembiayaan dana bergulir oleh LPDB-KUMKM diharapkan bisa menggenjot pencapaian target itu,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo, Selasa
Salah satu kendala penyaluran dana bergulir selama ini menyangkut kesulitan para mitra memenuhi syarat yang cukup banyak.

Hal yang disederhanakan adalah syarat pengajuan dana bergulir, antara lain surat permohonan, proposal, akta pendirian berikut pengesahan, laporan keuangan, dan legalitas UMKM.

Tahun ini, dana bergulir dialokasikan Rp 1,2 triliun. Suku bunganya 4,5-7 persen yang disesuaikan dengan sektor usaha
(MED/CAS)

menu
menu