Sumber berita: KOMPAS, NO 033 THN 54, SENIN 30 JULI 2018

Sumber foto: Konfrontasi.com

Realisasikan Devisa Wisata

Pemerintah memanfaatkan perhelatan internasional untuk mendongkrak devisa dari sektor pariwisata. Saat ini sektor pariwisata dinilai paling realistis menambah devisa secara cepat.

JAKARTA, KOMPAS —Penambahan devisa dari sektor pariwisata perlu segera direalisasikan. Tambahan devisa itu merupakan upaya memitigasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap neraca perdagangan dan transaksi berjalan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijo- no kepada Kompas, Minggu (29/7/2018), mengatakan, saat ini sektor pariwisata dinilai paling realistis untuk menghasilkan devisa secara cepat. Devisa bisa digenjot dengan mendorong wisatawan mancanegara tinggal lebih lama atau belanja lebih banyak di Indonesia

Pada. 2016, berdasarkan Neraca Pembayaran Indonesia, sebanyak 10,86 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia Jumlah itu meningkat menjadi 12,199 juta orang pada 2017. Surplus jasa perjalanan naik dari 3,639 miliar dollar AS pada 2016 menjadi 4,231 miliar dollar AS pada 2017.

’’Strategi memanfaatkan perhelatan internasional, seperti Asian Games dan Forum IMF-Bank Dunia, dimatangkan agar devisa bisa terdongkrak Anggaran pariwisata juga akan ditambah,” kata Susiwijono.

Sumber penghasil devisa lain adalah ekspor. Namun, strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekspor dan substitusi impor masih perlu waktu.

Cadangan devisa per akhir Juni 119,839 miliar dollar AS. Sejak 31 Desember 2017, cadangan devisa berkurang 10,357 miliar dollar AS.

Neraca perdagangan Janua- ri-Juni 2018 defisit 1,2 miliar dollar AS. Adapun transaksi berjalan triwulan 1-2018 defisit 5,542 miliar dollar AS.

Secara terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pada 2019, pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa 20 miliar dollar AS. Devisa dari sektor pariwisata tahun ini ditargetkan 17 miliar dollar AS.

’’Devisa dari pariwisata akan terus naik secara bertahap. Setiap wisman bisa menyumbang devisa rata-rata 1.000 dollar AS, sudah aman,” kata Arief.

Menurut Arief, anggaran pariwisata ditambah Rp 1 triliun pada tahun ini untuk promosi sekitar 60 paket wisata Pemerintah juga menyiapkan insentif, antara lain bagi penerbangan yang bisa mendatangkan wisman sebesar 20 dollar AS per orang atau 2 persen dari pendapatan proyek per orang.

Strategi perdagangan
Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menekankan, strategi perdagangan di tengah tekanan perang dagang dan ketidakpastian ekonomi global harus terintegrasi dengan sektor-sektor lain. Strategi tidak akan berhasil jika setiap sektor berjalan sendiri-sendiri.

Ia mencontohkan, strategi mengambil pasar buah-buahan Amerika Serikat di pasar China tidak akan berhasil jika daya saing ekspor buah-buahan dari Indonesia tidak diperbaiki Pada Januari-Juni 2018, ekspor produk pertanian Indonesia turun dan itu sudah terjadi sebelum perang dagang.

Faisal menambahkan, upaya mendorong ekspor dan menekan lonjakan impor semestinya dilakukan bukan hanya untuk merespons perang dagang. Sebab, tekanan ' terhadap kineija perdagangan juga disebabkan faktor lain, seperti pelemahan rupiah dan deindustrialisasi. (KRN/HEN)

 

menu
menu