Sumber berita: KOMPAS. N0 48 THN-54 SELASA 14 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kumparan.com

Regenerasi Pejabat Polri Terus Berjalan

Sembilan kepala kepolisian daerah dirotasi Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. Sebagian besar yang ditunjuk adalah perwira tinggi Akademi Kepolisian di atas angkatan 1987.

JAKARTA, KOMPAS - Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Tito Karnavian terus melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri. Kini, tongkat estafet kepemimpinan di kepolisian daerah sebagian besar dipegang perwira tinggi Akademi Kepolisian di atas angkatan tahun 1987.

Hal itu terlihat dari dua surat telegram bernomor ST/2014/ VTII/KEP./2018 dan ST/2015/ VIII/KEP./2018 yang diumumkan pada Senin (13/8/2019). Melalui kedua surat itu, Tito merotasi sembilan kepala kepolisian daerah (polda), yaitu Polda Papua, Polda Banten, Polda Jawa Timur, Polda Lampung, Polda Kalimantan Selatan, Polda Kepulauan Riau, Polda Maluku, Polda Riau, dan Polda Sumatera Utara. ’’Promosi itu bentuk penyegaran dalam organisasi Polri,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Setyo Wasisto, Senin, di Jakarta.

Ia menambahkan, mutasi dan promosi merupakan bentuk penilaian pimpinan Polri memberi tour of duty (perpindahan dalam kaitan dinas) dan tour of area (perpindahan dalam kaitan tempat) kepada sejumlah perwira tinggi (pati).

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional, Poengky Indarti, menilai, pimpinan Polri berkomitmen menghadirkan penyegaran dan regenerasi lewat mutasi dan promosi jabatan baru. Ia berharap mutasi dapat menjunjung tinggi sistem merit sehingga pati penggantinya dapat menunjukkan kecerdasan, pengalaman, dan keahlian saat memberi kualitas pelayanan.

’’Kehadiran pejabat baru diharapkan mampu membuat Polri makin bersinar dengan kualitas kerja, bukan asal bapak senang,” katanya

Bangun rumah murah
Di tengah meningkatnya harga properti, Polri tengah membangun rumah murah bersubsidi bagi para anggotanya Harapannya, kesejahteraan sekaligus kinerja anggota Polri dapat ikut meningkat jika anggota Polri sudah memiliki rumah untuk keluarganya.

Menurut Asisten Logistik Kapolri Irjen Asep Suhendar, saat ini baru 28 persen dari 450.000 anggota dan pegawai negeri sipil Polri yang punya rumah pribadi. ’’Sekitar 72 persen atau 320.000 anggota Polri belum punya rumah,” ujar Asep saat peletakan batu pertama pembangunan rumah murah bersubsidi di Indramayu, Jawa Barat.

Pembangunan rumah murah bersubsidi, lanjutnya, merupakan program kelima Promoter (profesional, modem, dan tepercaya) Kapolri untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Program tersebut sejalan dengan pencanangan Presiden Joko Widodo untuk membuat 1 juta rumah. (SAN/IKI)

 

menu
menu