Sumber berita: KOMPAS, NO 347 THN 53, SELASA 26 JUNI 2018

Sumber foto: Sumber Foto: Nasional Kompas (Sejumlah baliho berisi ajakan untuk berpartisipasi dalam pilkada dipasang di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Senin (25/6/2018). Melalui aksi yang digelar komunitas Komunikota Visual itu, masyarakat diajak berperan aktif menciptakan suasana aman dan damai selama pilkada 27 Juni)

Saat Calon Pilkada Hanya Satu

Calon tunggal di 16 daerah dalam Pilkada 2018 membuat masyarakat tidak memiliki pembanding untuk mengukur kualitas gagasan dan program yang diajukan dalam masa
kampanye. Hal ini juga menjadi sinyal buruk bagi kinerja partai politik.

Nyaris tak ada yang menduga jika akhirnya Pemilihan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hanya dikuti satu pasangan calon, yakni Munafri Arifuddin-Rachma- tika Dewi. Selain Makassar, ada 15 daerah lain yang juga diikuti hanya satu pasangan calon dalam Pilkada 2018.

Pasangan Munafri-Rachmati- ka menjadi calon tunggal setelah calon petahana M Ramdhan Po- manto yang maju berpasangan dengan anggota DPRD Kota Makassar, Indira Mulyasari Para- mastuti, melalui jalur perseorangan dan didukung Partai Demokrat didiskualifikasi.

Tim Munafri-Rachmatika menggugat Ramdhan dengan tuduhan memanfaatkan program pembangunan untuk kepentingan politik. Awalnya, tuntutan sengketa mereka ditolak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar sehingga tim Appi-Ci- cu menggugatnya ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar. Majelis hakim PTTUN Makassar mengabulkan gugatan itu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Jalan panjang proses hukum ini berakhir setelah MA menolak permohonan kasasi KPU Makassar.

KPU Makassar kemudian menerbitkan surat keputusan yang menetapkan Munafri-Rachmatika sebagai calon tunggal Pilkada Makassar. Warga Makassar pada Rabu (27/6/2018) tinggal memilih, mencoblos calon tunggal atau kotak kosong.

Anggota KPU Makassar, Rah- ma Saiyed, mengatakan, pihaknya harus tunduk pada hukum. ’’Kami harus menjalankan putusan MA, Itu adalah putusan final dan mengikat,” kata Rahma di Makassar, Senin.

Keputusan KPU Makassar jelas disambut kekecewaan oleh pendukung Ramdhan. ’’Kami tidak percaya bahwa akhirnya seperti ini. Pilkada besok mungkin
saya memilih kotak kosong,” kata Supardi (38), warga Kecamatan Rappocini.

Penurunan baliho pasangan Ramdhan-Indira membuat suasana Pilkada Makassar lesu darah. Namun, dalam waktu singkat, baliho mengajak warga ke TPS dan memilih kotak kosong pun terpampang di mana-mana. Relawan kotak kosong pun mulai bermunculan.

Merekam penghitungan
Salah satu yang cukup aktif adalah Relawan Kotak Kosong (Rewako) dengan koordinator Anshar Manrulu. ’’Target kami, kotak kosong di Makassar akan punya hasil signifikan pada pilkada nanti,” katanya. Selain kampanye untuk memilih kotak kosong, Rewako juga mengajak masyarakat merekam hasil penghitungan suara dan meng- unggahnya ke media sosial.

’’Jika semua mengunggah hasil penghitungan TPS, setidaknya bisa meminimalkan kecurangan. Kami berharap kotak kosong melakukan perlawanan nanti,” kata Anshar.
Kontestasi pasangan calon tunggal dengan kotak kosong pun berlangsung ketat di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Petahana Ridho Yahya yang berpasangan dengan Andriansyah Fikri maju sebagai calon tunggal setelah sejumlah kandidat lain tidak lulus verifikasi KPU. Semua partai politik di DPRD Prabumulih pun mendukung Ri- dho-Andriansyah dalam Pilkada Prabumulih 2018.

Walau demikian, jalan Ridho menuju tampuk kekuasaan tetap tidak mulus. Belakangan muncul gerakan Aliansi Relawan Kotak Kosong Kota Prabumulih. Mereka bekerja keras memenangkan kotak kosong pada Rabu.

Wakil Ketua Aliansi Relawan Kotak Kosong Kota Prabumulih Haryantono, Senin, menutur kan, gerakan ini berdiri awal April lalu. Tujuannya adalah mewadahi aspirasi warga yang ingin menikmati kinerja pemerintah daerah lebih baik lagi.

Di sisi lain, aliansi ini merupakan bentuk protes dari sejumlah bakal calon pilkada yang tidak lulus verifikasi KPU Kota Prabumulih. ”Ada beberapa calon yang mengajukan diri, tetapi mengapa hanya ada calon tunggal?” tanya Haryantono.

Aliansi ini pun bekerja keras merekrut relawan, menyosialisasikan warga untuk memilih kotak kosong, hingga menyiapkan saksi untuk turut memantau pemungutan hingga penhitung- an suara pada Rabu.

Ketua Tim Pemenangan Ri- dho-Andriansyah, Daud Rotasi, tidak mempermasalahkan aliansi tersebut. ”Hal ini merupakan bentuk dari demokrasi. Selama mereka mengikuti aturan, kami tidak ada masalah,” kata Daud.

Fenomena calon tunggal dalam Pilkada 2018 sepatutnya menjadi sinyal melemahnya kinerja partai politik. Pehgajar ilmu politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Zaki Mubarak, mengatakan, fenomena lawan kotak kosong yang terjadi dalam pilkada merupakan bentuk kemerosotan demokrasi.

Pilihan lain
Menurut Zaki, demokrasi sejatinya merupakan adu program atau gagasan di antara para kandidat. Yang terjadi jika hanya satu calon, kata Zaki, adalah proses pilkada berjalan hanya satu arah. Hal ini membuat tidak ada pembanding bagi masyarakat dalam mengukur gagasan yang diajukan calon tunggal. Jika masyarakat kemudian tidak antusias lagi dalam proses pilkada, akan menjadi sinyal yang sangat buruk bagi demokrasi.

Sebagai daerah yang berjarak sepelemparan batu dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Pilkada Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang juga akan diikuti calon tunggal. Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah didampingi Sach- rudin menjadi calon tunggal Pilkada Kota Tangerang. Demikian pula Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama Mad Romli menjadi calon tunggal Pilkada Kabupaten Tangerang.

Koordinator Jaringan Kotak Kosong Kota Tangerang Saipul Basri bertekad terus menggalang gerakan kotak kosong dalam pilkada. ’’Kami ingin membuka mata masyarakat kalau dalam pilkada kita memiliki pilihan lain,” kata Saeful.

(RENNY SRI AYU/ RHAMA PURNA JATI/ PINGKAN ELITA DUNDU)

menu
menu