Sumber berita: KONTAN, NO 3350 THN 12, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3350 THN 12, KAMIS 7 JUNI 2018

Saham Tambang dan Industri Dasar Juara

Intan Nirmala Sari

JAKARTA. Pasar saham Indonesia masih bergerak volatil. Sejak awal tahun hingga kemarin (ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusut 4,5%.

Kejatuhan IHSG sejalan dengan kondisi sebagian besar saham di Bursa Efek Indonesia. Hanya dua dari sembilan sektor saham di BEI yang berhasil menapjak. Kedua sektor itu adalah saham pertambangan dan industri dasar. Sedangkan tujuh sektor lainnya bertumbangan (lihat boks).

Sepanjang tahun berjalan, saham pertambangan menguat 23,52% (ytd), sementara saham industri dasar menanjak 18,47% (ytd). Saham yang turut mengangkat sektor pertambangan antara lain ANTM yang menguat 59%, PTBA (59%), HRUM (44%) dan ITMG (34%). Sedangkan saham industri dasar yang bersinar adalah TKIM yang melonjak 442%, INKP (263%), JPFA (25%) seria (’PIN (20%).

Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Pumorno menilai,
sektor pertambangan masih bisa menanjak hingga akhir tahun nanti. Potensi kenaikan harga minyak mentah semakin mendorong sektor ini. "Harga minyak saat ini US$ 65 per barel dan masih memiliki ruang pertumbuhan hingga menguji level US$ 72 per barel," kata dia, kemarin.

Peluang tumbuh

Saham sektor pertambangan dinilai bisa menjadi prioritas utama hingga akhir 2018. Lucky memilih PGAS, MEDC dan INCO dan ANTM. Danareksa menilai, peluang saham pertambangan menjadi pendorong utama bursa saham Tanah Air cukup besar. Sebab, sektor ini masih bisa bertumbuh 11% hingga akhir tahun. "Sektor pertambangan akan didominasi sentimen eksternal seperti harga minyak dunia," i\jar Lucky.

Sedangkan analis Erdikha Elit Sekuritas Okky Jonathan menilai, sinar sektor pertain bangau akan cenderung mere dup akhir tahun ini. "Saya se dikit pesimistis, karena tahun lalu China sempat mengabar
kan tak ingin menggunakan batubara sebagai energi listrik," jelas Okky.

Pemerintah China berencana menekan tingkat polusi di negara tersebut. Salah satu jalannya adalah menekan penggunaan energi batubara yang ditargetkan turun 9%.

 

Okky justru melihat saham sektor industri dasar masih bisa meningkatkan pertumbuhannya, terutama sub sektor pulp dan kertas. "Perhelatan pilkada serentak pada tahun ini diharapkan bisa mendongkrak permintaan kertas," ungkap dia.             ■

 

 

menu
menu