Sumber berita: KOMPAS. N0 44 THN-54 JUMAT 10 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Media Indonesia.com

Sekolah Siapkan Strategi Saat Libur Asian Games

Kegiatan belajar mengajar yang diliburkan selama sembilan hari saat Asian Games diyakini tidak mengganggu penyampaian materi ajar. Sejumlah 70 sekolah terdampak sudah menyiapkan strategi menggantikan kegiatan di kelas selama libur.

JAKARTA, KOMPAS - Sejumlah 70 sekolah yang berada di jalur dari Wisma Atlet menuju arena pertandingan akan diliburkan saat penyelenggaraan Asian Games. Pihak sekolah menyiapkan aneka cara untuk tetap memberikan materi ajar kepada siswa selama libur.

Koordinator Sekolah di Asian Games Waluyo Hadi mengatakan, 31.526 siswa di 70 sekolah, baik TK, SD, SMP, maupun SMA/ sederajat akan diliburkan selama Asian Games. Total hari libur adalah 9 hari, yaitu 17 Agustus-31 Agustus.

’’Sekolah-sekolah itu terdiri dari 36 sekolah yang berada di jalur Wisma Atlet ke GOR Bulungan. Sementara 34 sekolah lain di jalur Wisma Atlet ke Gelora Bung Kamo, velodrom, dan arena-arena lainnya,” kata Waluyo, Kamis (9/8/2018).

Menurut Waluyo, 70 kepala sekolah terdampak telah dikumpulkan. Mereka diinstruksikan tetap melangsungkan kegiatan belajar-mengajar dan mencapai target standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) melalui penugasan kepada murid.

Para guru diminta untuk inovatif dan kreatif dalam pemberian tugas ini, termasuk tugas-tugas bernuansa Asian Games. Salah satunya dengan mengunggah materi dan penugasan melalui media internet Saat ini, setiap

SMP dan SMA di Jakarta sudah ditugasi mempunyai situs masing-masing. ”Itu bisa dimanfaatkan untuk mengunggah materi dan penugasan,” kata Waluyo.

Untuk siswa SMA dan SMK, kata Waluyo, terdapat tugas untuk membuat laporan atau peliputan ringan terkait Asian Games. Laporan itu bisa mengenai pertandingan atau hal-hal di luar pertandingan sehingga siswa tak perlu masuk ke pertandingan yang perlu membeli tiket.
Andalkan sistem daring

Selama libur Asian Games, sejumlah sekolah terdampak mengandalkan sistem daring untuk mengganti tatap muka dengan siswa di kelas.

Kepala SMAN 30 Dwi Arsono mengatakan, kebijakan libur selama Asian Games itu tidak mengurangi efektivitas waktu belajar karena batas minimal waktu belajar di kelas adalah 14 minggu dalam satu semester.

’’Kami sudah merancang sistem belajar (selama libur), yaitu penugasan baik individual dan kelompok. Tugas itu mengacu pada materi dan kompetensi dasar yang digunakan pada saat libur nanti,” kata Dwi, kemarin.

Jenis penugasan berupa mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), resensi, dan mengerjakan soal-soal dari guru. Media untuk mendukung proses belajar mengajar menggunakan sistem daring, seperti surel dan media belajar berbasis digital, Quipper. Ini adalah program teknologi yang dikembangkan pertama kali di Inggris dan sudah dipakai di Indonesia, khususnya SMAN 30.

Dwi mengatakan, penggunaan aplikasi belajar itu bisa membuat guru dan murid saling berinteraksi di luar kelas. ’’Jadi, tidak ada jam kosong, murid tetap belajar di rumah dengan tugas-tugas yang kita berikan,” ujarnya

Aplikasi yang sama juga digunakan di SMAN 24 Jakarta Sejumlah tugas diberikan kepada siswa melalui media pemelajaran daring ini.

’’Untuk mata pelajaran Ekonomi, siswa sudah disiapkan sejumlah tugas dari media pemelajaran daring yang nantinya berujung pada ujian berdasarkan dari tugas tersebut,” kata Wakil Kepala SMAN 24 Bidang Kurikulum Dwiyani Ganewati.

SMAN 6 yang berada di sebelah Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, juga bakal meliburkan siswanya selama Asian Games.

Wakil Kepala SMAN 6 Siti Muklisoh mengatakan, tugas untuk siswa diberikan sebelum 17 Agustus 2018. Tugas itu antara lain berupa membuat makalah, artikel, dan foto dengan tema Asian Games. Tugas dikerjakan perseorangan maupun kelompok, dan dikirim melalui media sosial. ’’Diharapkan, murid bisa mengerjakan tugas yang kreatif,” katanya

Kepala SMP Tarakanita 5 Emanuel Kristiyanto meminta para guru mengaktifkan laman pribadi guna memberikan materi atau tugas kepada para murid setiap hari. Para guru juga diminta menghubungkan tugas dan materi dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.
’’Pola pengumpulan tugas dapat melalui daring,” ujarnya.

Kepala SMA Don Bosco 2 Pu- lomas Asri Indah Nursanti mengatakan, murid diberi tugas terkait dengan Asian Games untuk empat mata pelajaran, yakni Fotografi, Ilustrasi, Seni Rupa, dan Pendidikan Kewarganegara- an. ’’Anak-anak akan meliput kemeriahan Asian Games, seperti sejarah Asian Games, sejarah Stadion Gelora Bung Kamo, dan semua yang terkait Asian Games. Jadi, anak juga diarahkan untuk studi pustaka. Proses belajar kami elaborasi, jadi anak-anak akan ikut berpartisipasi tanpa kehilangan hak waktu dan belajarnya,” katanya
Kepala SMAN 70 Jakarta Rita Nurmastuti mengatakan, sejak Selasa lalu, guru memberikan tugas kepada siswa selama penyelenggaraan Asian Games.

Tugas dari guru itu hams relevan antara Asian Games dan mata pelajaran. Rita mencontohkan, dalam pelajaran Bahasa Inggris, siswa bertugas mewawancarai atlet dengan Bahasa Inggris, kemudian mengumpulkan foto, rekaman, dan artikel terkait atlet itu.

Usaha lain untuk mengejar ketinggalan materi adalah mengadakan pelajaran tambahan pada Jumat siang setelah libur Asian Games. Namun, hal itu masih dikaji kembali pada rapat guru minggu ini.

Jadi suporter
Dukungan SMAN 70 juga dibuktikan dengan mengirimkan 350 siswa sebagai penari dalam pembukaan Asian Games 2018.

”Ini momen yang sangat langka. Pasti kami mendukung 100 persen penyelenggaraan Asian Games. Tentu, kami akan memberikan yang terbaik dalam rangka acara akbar ini, walau kegiatan sekolah ditiadakan,” kata Rita.

Secara keseluruhan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengerahkan 25.300 pelajar SMP dan SMA sederajat untuk memeriahkan Asian Games.

Tiket gratis sudah disiapkan. Jadwal dan cabang olahraga sudah diatur sekaligus koordinasi penjemputan dengan Dinas Perhubungan DKI. Sebanyak 121 bus sekolah disiapkan untuk antar jemput siswa ini. (0RE/E11/E19/E2O)

 

menu
menu