Sumber berita: INVESTOR DAILY, SELASA 5 JUNI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, SELASA 5 JUNI 2018

Siap Lepas 10% Saham, Ciputra Bidik Dana Rp 2,2 T

 

 
  

Direktur Ciputra Development Tulus San- toso menyatakan, perseroan ingin menyiapkan strategi pendanaan yang baik untuk mendukung ekspansi ke depan. Berdasarkan hal itu, rencana aksi korporasi mengenai non- HMETD (private placement) diajukan dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 Juni.

“Seiring disetujuinya rencana itu, kami memiliki waktu implementasi maksimum dua tahun. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 1.191,4 per saham, api perseroan belum memiliki calon investor strategis terkait private placement,” ujarTulus di Jakarta, Senin (4/6).

Meski demikian, dia menegaskan, setelah ada kepastian terkait investor strategis per- sroan akan umumkan maksimum lima hari sebelum pelaksanaan. Kemudian dia menuturkan, perseroan menjajaki rencana penambahan modal itu karena ingin menurunkan net gearing ratio yang saat ini berkisar 28%.

Tulus menegaskan, Ciputra Development memiliki kebijakan bahwa batas net gearing rasio maksimal hanya 30%. “Jadi kami perlu memperkuat permodalan. Nah, rencana private placement ini sebetulnya juga terkait dengan kesiapan dana' perusahaan untuk keperluan ekspansi pada masa mendatang,” tegas dia.

Lebih lanjut dia menegaskan, belakangan ini, Ciputra Developmet tengah giat mengurangi beban terkait utang. “Dulu posisi net gearing ratio perusahaan lebih tinggi dari saat ini, tapi bertahap manajemen berupaya menurunkannya,” tutur dia.

Dia mengakui, pihaknya membuka peluang untuk menggunakan dana hasil non- HMETD untuk melunasi pinjaman. Namun, dia mengaku perseroan belum membagi secara spesifik porsi dana yang dialokasikan

 

untuk ekspansi ataupun melunasi utang.

Adapun Tulus memaparkan, dari total pinjaman perusahaan yang senilai Rp 7,8 triliun, terdapat porsi utang dengan tingkat bunga yangfloating sebanyak 76%. “Sedangkan, pada periode sama porsi utang perseroan yang bernilai rupiah setara dengan porsi 78%,” papar dia.

Berdasarkan data perusahaan, selama kuartal 1-2018 Ciputra Developmet membukukan pra penjualan (marketing sales) properti Rp 1,6 triliun. Sedangkan sepanjang tahun ini, perseroan berharap dapat membukukan marketing sales Rp 7,7 triliun Tulus menyatakan, belum dapat menginformasikan pencapaian sampai Mei 2018. Namun dia mengungkapkan, pem ap.uun mur ketingsales per Maret lalu beikiaai Up !i(M) 600 miliar. “Kemudian realisasi pn April lebih tinggi lagi, dan senada leallsasl marketing sales per Mei juga tembus di atas realisasi per April 2018,” ungkap dia.

Berdasarkan realisasi itu, perseroan masih melihat sinyal positif untuk tren pertumbuhan bisnis pada 2018. Meski Tulus mengakui, perseroan tengah mengalihkan lokus kepada segmen rumah tapak di bawah Rp I miliar “Kami sedang tidak ekspansi dl segmen perhotelan. Sebaliknya kuartal I lalu kami me luncurkan tujuh c/ws/eruntuk rumah tapak,dan segera disusul proyek resident di Sentul, apartemen di Ciracas, Jakarta Timur, maupun di Jalan Dr Satrio, Kuningan,” papar Tulus.

Adapun posisi cadangan lahan (landbank) perseroan masih aman untuk ekspansi sampai 20 tahun ke depan. Hanya untuk peluang ekspansi yang lebih baik, dia berharap, Bank Indonesia (BI) dapat memberikan relaksasi baru terkait kredit kepemilikan rumah (KPR).

 

“Misalnya terkait larangan KRP inden,, dan ketentuan penempatan dana KPR yang dicairkan bank kepada kreditur di rekening escrow, Kami berharap ketentUHil Itu dapat dilepas," tegas dia

Selanjutnya Tulus pun mengungkapkan, perseroan cukup memperhatikan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) yang berkontribusi sekilat 33% terhadap total pendapatan padu kuartal I 2018

“Kami memiliki empat mal, dau dalam tahap membangun dua mal lain dengan pre diksi rampung pada 2019 dan 2020. Namun sejuah ini kontrak sewa dari tenant masih aman, karena baru banyak jatuh tempo pada 2022,” jelas dia.

Adapun Tulus mengakui, pihaknya mempertimbangkan untuk mengembangkan properti
komersial di atas lahan reklamasi yang dikembangkan perseroan d! Makassar. Namun hal Itu, dia tegaskan berpeluang dilakukan pada masa mendalang.

Semental a Itu, Direktur Ciputra Development Nanlk J Santoso menyatakan, proyek reklamasi di Makassar merupakan inisiasi dari pemerintah provinsi. Namun, rekanan perseroan memenangkan tender proyek itu, sehingga Ciputra Development dapat melakukan pengembangan bisnis di kawasan lersebut.

“Luas lahan untuk proyek reklamasi dlren- cnnakun mencapai 107 hektare (ha), lapi dalam tahap satu baru digarap seluas 107 km. Sejuah ini progres pengerjaaan tahap satu telah mencapai 83%, dan ditargetkan rampung pada 2018,” ungkap dia.

menu
menu