Sumber berita: KONTAN, NO 3347 THN 12, SENIN 4 MEI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3347 THN 12, SENIN 4 MEI 2018

Stabilitas Ekonomi Prioritas Pemerintah

Ghina Ghaliya Quddus, Adinda Ade Mustami

JAKARTA. Pemerintah mengubah haluan kemudi. Kini, tim ekonomi kabinet Pemerintah Joko Widodo menyisihkan sejenak target mengejar pertumbuhan ekonomi dan berfokus pada stabilitas ekonomi.

Perubahan orientasi itu seiring dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,75% dalam sebulan terakhir untuk menahan gejolak rupiah. Untuk itu, pemerintah berjanji menyiapkan sejumlah kebijakan penyehatan ekonomi agar rupiah tak mudah goyah oleh sentimen dari luar.

Menteri Keuangan Sri Muly- ani Indrawati menjelaskan, dukungan pemerintah dalam
jangka pendek maupun jangka panjang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan serta stabilisasi nilai tukar mata uang garuda. Pemerintah pun siap mengorbankan target pertumbuhan ekonomi tahun ini, dari sebesar 5,2%- 5,4% jadi 5,17%-5,4%, asalkan ekonomi lebih stabil.

Dalam jangka pendek, pemerintah akan menjaga daya beli, mengoptimalkan anggaran, hingga mempercepat penerapan proyek-proyek infrastruktur, serta mengerem defisit transaksi berjalan. "Kondisi ini akan meningkatkan kepercayaan investor sehingga berkontribusi positif terhadap perkembangan suku bunga, nilai tukar rupiah, serta mencegah potensi risiko capital outflow (dana asing keluar),'1 kata Sri Mulyani,

 

Kamis (31/5).

Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) adalah akar masalah nilai tukar rupiah yang mudah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Defisit menandakan kebutuhan valuta asing (valas) untuk impor lebih besar dari devisa hasil ekspor. Ini sudah terjadi sejak 2012 lalu (lihat tabel).

Karena itu, pemerintah be- reijcana memberikan insentif untuk mendorong ekspor dan industri padat karya. Kebijakan ini bisa membantu menekan CAD. "Dalam jangka menengah, kalau bisa kami mengurangi ketergantungan terhadap impor. Jadi, insentif itu diberikan supaya investasi masuk," ujar Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.


Fokus Kerja Pemerintah

Jangka Pendek

Stabilitas harga pangan dengan penerapan HET dan harga acuan Stabilitas harga BBM dan tarif listrik, dengan tidak menaikkan harga hingga akhir 2018 Percepatan proyek infrastruktur Insentif pajak bagi industri, misalnya, fax holiday, tax allowance, penurunan tarif PPh

Percepatan belanja pemerintah, seperti modal dan bantuan sosial -

Mengurangi ketergantungan impor Mendorong daya saing produk dalam negeri untuk mendukung

ekspor____________________

Menyehatkan neraca transaksi berjalan yang defisit sejak 2012

Mendorong industri padat karya Sumber: Wawancara KONTAN

Sementara kebijakan pemerintah yang bisa terasa dalam jangka pendek adalah, menjaga sisi permintaan atau daya beli. Caranya, dengan menggunakan anggaran belanja negara tepat waktu dan sasaran. "Belanja bukan hanya berikan stimulus, tapi paling penting adalah berikan confidence (kepercayaan) bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kita aman," tegas Suahasil.

David Sumual, Ekonom BCA, berpendapat, kebijakan pemerintah tersebut sudah tepat, tinggal menunggu hasilnya. Yang perlu pemerintah tambahkan ialah, membuat kebijakan yang bertujuan mendorong sektor jasa seperti pariwisata. Indonesia harus bisa masuk dalam jaringan rute reguler kapal pesiar. ■

 

 

menu
menu