Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: Tribun Pekanbaru - Tribunnews.com

Standar Halal Belum Diakui Dunia

SERTIFIKASI

JAKARTA, KOMPAS —Standar halal Indonesia belum mendapatkan pengakuan dunia Perdagangan produk pangan Indonesia ke pasar Uni Emirat Arab (UAE) pun masih terkendala. Butuh persyaratan sertifikat halal dari Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi oleh Emirates Authority for Standardization and Metrology atau ESMA untuk memudahkan ekspor.

Selama ini pengakuan halal dunia masih berdasarkan kesepakatan bilateral untuk pengurusan sertifikasi halal produk pangan. Deputi Penerapan Standar dan Akreditasi Badan Stan- dardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Achmad, mengatakan, ada 13 perusahaan yang memiliki pasar ke negara Emirat. Produknya antara lain biskuit, mi instan, produk olahan daging, permen dan jeli, serta perasa dan bahan makanan urai.

Untuk memfasilitasi perusahaan Indonesia agar dapat memperluas pasar ke wilayah UAE, BSN melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menggandeng ESMA untuk mengakreditasi lembaga pemberi sertifikat halal di Indonesia Penandatanganan keija sama antara BSN dan Director General ESMA Abdulla Abdelqader Al Maeeni dilakukan di Jakarta, Senin (23/7/2018). Penandatanganan kerja sama juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, BPJ- PH-Kementerian Agama, Delegasi ESMA, LPPOM MUI, dan perusahaan produk pangan di Indonesia

Dalam keija sama itu dinyatakan bahwa ESMA mengakui sertifikat halal yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang diakreditasi oleh KAN berdasarkan persyaratan standar UAE. Keija sama ini diharapkan dapat memperluas pasar ke UAE sehingga bisa meningkatkan nilai ekspor Indonesia

’’Dengan ditandatanganinya keija sama, KAN selanjutnya akan mengakreditasi lembaga sertifikasi halal untuk produk yang diekspor ke UAE dan mengawasi lembaga sertifikasi itu untuk menjamin integritas sertifikat halal yang diterbitkan,” ujar Kepala BSN Bambang Prasetyo. Abdulla mengatakan, ESMA telah menerapkan sertifikasi halal sejak lama, tetapi pada 2014 menerapkan skema baru berdasarkan standar internasional (ISO). (YUN)

menu
menu