Sumber berita: KONTAN, NO 3349 THN 12, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3349 THN 12, RABU 6 JUNI 2018

Suap untukTHR Bupati Purbalingga

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Purbalingga, Jawa Tengah sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga (dipecat) Tasdi sebagai tersangka penerima suap RplOO juta. Uang diminta dan diberikan untuk tunjangan hari raya (THR) Tasdi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, kasus inibermula dari laporan masyarakat sejak beberapa bulan lalu terkait dugaan penerimaan hadiah atau. janjipengadaan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga tahun anggaran 2017-2018. KPK kemudian melakukan penyelidikan sejak 10 April 2018.

AkhimyaKPKmenerjunkan tim untuk melakukap operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Purbalingga dan Jakarta pada Senin (4/6). Dari OTT itu tim menangkap enamorang. Mereka adalah Bupati Purbalingga Tasdi, Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto, ajudan bupati Purbalingga Te- guhPriyono.dantigapengusaha kontraktor dari PT Sumber Bayak Kreasi yakni Hamdani Kosen, LibrataNababan,danAr- dirawinata Nababan.

Dari penangkapan ini, tim juga menyita barang bukti uang RplOO juta dan mobil Toyota Avanza. Mobil itu digunakan Hadi saat menerima uang RplOO juta untuk Tasdi selepas disodorkanArdirawinata. Uang RplOO juta merupakan bagian dari komitmen fee sebesar 2,5% atau Rp500 juta yang diminta Tasdi pada Mei 2018.

Selepas pemeriksaan para pihak dan dilakukan gelar perkara (ekspose) kemudian KPK menaikkan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan. Bersamaan dengan itu, KPK menetapkan lima prang sebagai tersangka. Mereka adalah Tasdi dan Hardi sebagai tersangka penerima suap. Kemudian Hamdani, Librata, dan Ardi-
rawinata sebagai tersangka pemberi suap.

“Uang RplOO juta yang diterima tersebut dari perusahaan pemenang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Centertahapkeduatahun2018. Nilai proyeknya sekitar Rp22 miliar. Tanggal 26 Mei 2018, PT SBK (Sumber Bayak Kreasi) ditetapkan sebagai pemenang. Kalau penyerahan ini memang desakannya dari komunikasi (sadapan) yang kita ketahui memang HIS (Hadi) sampaikan bahwa Bapak (Tasdi) mau hari raya,” ungkap Agus saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tadi malam.

Dari temuan KPK rupanya proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center (PIC) merupakan proyek multiyears (tahun jamak) kurun 2017-2019 dengan total anggaran Rp77 miliar. Librata danHamdanime- rupakan kontraktor yang kerap- kalimemenangkandanmenger- jakan berbagai proyek di lingkungan Pemkab Purbalingga.

Di antaranya pembangunan Gedung DPRD Kabupaten

Purbalingga TA 2017 dengan riilai Rp9 miliar serta pembangunan PIC tahappertamadan tahap kedua. Dari seluruh proyek yang dimenangkan dan dikerjakan PT Sumber Bayak Kreasi tersebut, diduga ada dugaan penerimaan-peneri- maan lain sebelumnya yang sudah diterima tersangka Tasdi. Dugaan ada penerimaan itu bahkan sejak2017.

“Ini bukan pertama kali. Ada penyerahan-penyerahan sebelumnya ke TSD (Tasdi) juga terkait proyek-proyek lain. Kami dalami dulu. Berbicara komitmen fee pasti bukan hanya dari proyek Islamic Center ini, ada beberapa proyek yang kemungkinan besar komitmennya sudah diterima (sejak 2017),” tandas Agus.

Permintaan dan penerimaan RplOO juta berawal dari perintah Tasdi. Saatmasih proses lelang, Tasdi memerintahkan Hadi untuk membantu tersangka Librata dan PT Sumber Bayak Kreasi memenangkan perusahaan tersebut dalam lelang proyek pembangun
an PIC tahap kedua TA 2018.

“TSD (Tasdi) diduga mengancam akan memecat HIS (Hadi) jika tidak membantu LN (Librata). PT SBK itu ranking keempat, bukan yang menawarkan termurah,” ucapnya.

Juru Bicara KPKFebri Dian- syahmenyatakan, adakejadian serius dan upaya menghalang- halangi upaya penangkapan yang dilakukan KPK selepas tersangka 8drm;Ardirawinata Nababan menyerahkan uang RplOO juta dalam kantong plastik ke Hadi Iswanto pada pukul 17.00 WIB di jalan sekitar kompleks proyek PIC pada Senin (4/6).

Hadi berupaya kabur dengan mengendarai mobil Toyota Avanza dan mencoba menyembunyikan kantong plastik berisi uang di dalam kompleks PIC. Tim lantas mengejar Hadi. “Bahkan sampai terjadi kerusakan di mobil yang dikendarai HIS yang kita sita. Sikap orang yang bawa uang tersebut kami pandang tidak kooperatif,” ungkap Febri.

  • sabir laluhu
menu
menu