Sumber berita: KOMPAS, NO 329 THN 53,SELASA 5 JUNI 2018

Sumber foto: KOMPAS, NO 329 THN 53,SELASA 5 JUNI 2018

Tak Ada Kesempatan Kedua untuk Cavaliers

 

OAKLAND, SENIN - Tidak ada lagi drama ’’tidak mencetak angka” pada akhir kuarter keempat yang berujung perpanjangan waktu.

, Pada laga kedua final NBA, Senin (4/6/2018) pagi WIB, Cleveland Cavaliers ternyata tidak punya jawaban atas aksi gemilang kapten Golden State Warriors, Stephen Curry.

Pada laga pertama di Oracle Arena, Oakland, Cavaliers bisa saja menang jika JR Smith tidak membuang peluang mencetak angka Namun, dia mengira timnya akan melakukan time out pada kedudukan 107-107 saat laga tersisa 4,5 detik. Akhirnya terjadi perpanjangan waktu dan Cavaliers kalah, 114-124.

Juara NBA 2016 ini tidak punya peluang yang sama pada laga kedua. Stephen Curry memimpin Golden State Warriors yang tampil sangat agresif saat menyerang dan rapat saat
bertahan untuk mengalahkan tim tamu, 122-103.

Warriors pun memimpin 2-0 atas Cavaliers pada final keempat berturut-turut di antara dua seteru bebuyutan ini. Mereka telah separuh jalan menuju gelar juara NBA yang ketiga dalam empat tahun setelah jadi juara tahun 2015 dan 2017. Apalagi, 88 persen tim yang unggul 2-0 pada final NBA akan keluar sebagai juara.

Keunggulan tuan rumah tak lepas dari peran Curry, yang mencetak 33 angka, termasuk melesakkan 9 dari 17 lemparan tiga angka. Aksi pemain berusia 30 tahun ini memecahkan rekor jumlah kesuksesan lemparan tiga angka pada laga final. Rekor sebelumnya dicatat penembak jitu Boston Celtics, Fay Allen, pada final NBA 2010, sebanyak delapan kali lemparan tiga angka.

Namun, Curry tidak mau berlebihan menanggapi rekor ba-

 

Stephen Curry runya ini. Dia mengatakan, fokus utamanya adalah mempertahankan trofi Larry O’Brien sebagai juara NBA tetap di Oakland.

”Itu pencapaian yang keren. Namun, pada' akhirnya, ini semua usaha meraih kemenangan dan melakukan apa pun untuk mewujudkannya,” ujar Curry.

Lima dari sembilan lemparan tiga angka Curry dibuatnya pada kuarter terakhir, antara lain ka
rena musim ini Cavaliers tidak lagi diperkuat guard Kyrie Irving yang pindah ke Boston Celtics. Karena terbebas dari tugas menjaga Irving, Curry tetap segar hingga kuarter terakhir.

Kesuksesan Irving, termasuk dua lemparan tiga angka berturut-turut yang mematikan harapan Cavaliers. Saat itu, LeBron James mendorong semangat rekan-rekannya dan berhasil menipiskan jarak menjadi hanya tertinggal tujuh angka. Dua lemparan Curry membuat selisih angka menjadi 13 poin dan Cavaliers semakin jauh tertinggal.

Satu lemparan lain dilakukan jauh di luar busur tiga angka, melewati center andalan Cavaliers, Kevin Love. ”Dia sangat luar biasa. Sembilan kali lemparan tiga angka, dan selalu befhasil saat dibutuhkan. Dia fantastis,” kata Pelatih Warriors Steve Kerr tentang Curry. (REUTERS/AFP/WAS)

 

 

menu
menu