Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: Metrotvnews.com

Tak Semua Pendaftar Tertampung

PENERIMAAN SISWA SMP

 

YOGYAKARTA, KOMPAS-Sejumlah lulusan SD yang menjadi korban blank spot (titik kosong) di Kota Yogyakarta telah mendaftar untuk mengisi kursi kosong yang ada pada SMP negeri di ’’Kota Pelajar” itu. Namun, mereka bakal tak bisa tertampung semuanya karena jumlah pendaftar lebih banyak daripada jumlah kursi kosong yang tersedia.

Pada Senin (23/7/2018) mulai pukul 08.00 hingga 12.00, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta membuka pendaftaran siswa baru untuk mengisi sejumlah kursi kosong di kelas VII SMP negeri. Total ada 9 kursi kosong di 6 SMP negeri, yakni 3 kursi kosong di SMPN 3, 2 kursi kosong di SMPN 5, serta masing-masing 1 kursi kosong di SMPN 6, SMPN 7, SMPN 11, dan SMPN 13.

Saat ditemui Senin siang seusai pendaftaran ditutup, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengaku belum menerima laporan jumlah lulusan SD yang mendaftar untuk memperebutkan 9 kursi kosong tersebut. Hasil seleksi pengisian kursi kosong itu juga belum ada. Saat itu, Edy hanya menyatakan pendaftaran pengisian kursi kosong hanya akan dilakukan satu kali.

Artinya, apabila dari 9 kursi kosong itu masih ada kursi yang tidak terisi karena tidak ada pe
minat, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tidak akan lagi membuka pendaftaran untuk mengisi kursi kosong yang tersisa.

”Ini langkah terakhir untuk pengisian kursi kosong. Kalau masih ada kursi kosong, nanti baru bisa diisi paling cepat setelah semester satu,” kata Edy.

Senin sore, Kompas menghubungi Edy untuk meminta informasi hasil seleksi dari pengisian kursi kosong itu. Namun, sampai Senin malam, Edy belum merespons.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas terungkap, total ada 20 pendaftar untuk memperebutkan 9 kursi kosong itu. Ini berarti, tidak semua siswa yang mendaftar untuk mengisi kursi kosong bisa diterima.

Hasil seleksi untuk pengisian kursi kosong itu akan diumumkan pada Selasa ini di kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan SMP negeri yang memiliki kursi kosong. Adapun mekanisme seleksi dilakukan berdasarkan jarak rumah siswa ke sekolah tujuan. Artinya, siswa yang jarak rumahnya lebih dekat ke sekolah akan diprioritaskan untuk diterima.

Sebagian siswa yang mendaftar untuk mengisi kursi kosong itu adalah para lulusan SD yang tinggal di wilayah yang tergolong sebagai blank spot. Blank spot adalah wilayah tertentu di Kota Yogyakarta di mana para lulusan SD yang tinggal di sana tidak bisa diterima di semua SMP negeri melalui jalur zonasi karena kalah bersaing dengan siswa lain yang rumahnya lebih dekat.

Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Yogyakarta pada 25 Juni-7 Juli, para korban blank spot itu tidak bisa diterima di SMP negeri karena kalah bersaing dengan pendaftar yang tinggal lebih dekat ke sekolah tujuan.

Salah seorang orangtua siswa korban blank spot, Harjoko (59), menuturkan, telah mendaftarkan anaknya untuk mengisi salah satu kursi kosong di SMPN 3 Yogyakarta. Dia memilih SMPN 3 karena sekolah itu merupakan yang paling dekat dari rumahnya.

’’Saya hanya ikhtiar, berdoa, Allah yang menentukan. Gimana nanti takdirnya, saya ikut saja,” ujar warga RW 003 Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, itu.

Warga RW 002 Kelurahan Ge- dongkiwo, Kecamatan Mantrije- ron, Kota Yogyakarta, Muhammad Sofwan (21), juga mendaftarkan adiknya untuk mengisi kursi kosong di SMPN 3. Jumlah kursi kosong di sekolah itu lebih banyak (HRS)

menu
menu