Sumber berita: KOMPAS, NO 034 THN 54, SELASA 31 JULI 2018

Sumber foto: MoneySmart.id

Tilang Ganjil-Genap Tunggu Pergub

Peraturan gubernur diperlukan untuk langkah penegakan hukum dalam sistem ganjil-genap. Hingga dua hari sebelum pemberlakuan tilang bagi pelanggar ganjil genap, pergub ini belum ada.

 

JAKARTA, KOMPAS - Dinas Perhubungan DKI Jakarta, kepolisian, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menunggu keluarnya peraturan gubernur tentang pembatasEin kendaraan dengan sistem ganjil-genap.

Sistem ganjil-genap diperluas, dari semula berlaku di Jalan Jenderal Sudirman, Gatot Subroto, dan MH Thamrin saja, kini ditambah di Jalan Benya- min Sueb, Ahmad Yani, DI Pan- jaitan, S Parman, Rasuna Said, MT Haiyono, dan Jalan Metro Pondok Indah. Kebijakan berlaku pada Senin hingga Minggu pukul 06.00-21.00.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Senin (30/7/2018), mengatakan, pergub itu dibutuhkan agar petugas bisa melakukan penindakan kepada pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap. Lantaran belum ada pergub, pihaknya juga masih mengevaluasi pelaksanaan ganjil-genap.

Proses sosialisasi kepada pengguna kendaraan dilakukan pada 2-31 Juli. Adapun penegakan hukum sistem ganjil-genap dijadwalkan berlaku Rabu, 1 Agustus.

Selama masa sosialisasi, pengendara yang melanggar masih bisa tetap melintas di jalur ganjil-genap tanpa ada sanksi berupa tilang. Di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin, banyak mobil pribadi dengan nomor polisi ganjil melintas meski kemarin adalah tanggal genap. Hal serupa terjadi di Jalan Gatot Subroto.

Menjelang 1 Agustus, Dinas Perhubungan DKI menyiapkan rambu portabel.

Priyanto, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta, menuturkan, ada 46 titik yang perlu dipasangi rambu pengarah untuk menunjukkan jalan yang terkena aturan ganjil-genap. ’’Per 1 Agustus, rambu akan terpasang,” ujarnya.

Di 46 titik itu juga akan dijaga dua petugas Dishub DKI serta personel kepolisian.

Pintu tol
Terkait dengan penutupan periodik 19 pintu tol, Bambang mengutarakan, uji coba penutupan 19 pintu tol yang semula dijadwalkan Selasa ini ditunda besok. Alasannya, BPTJ masih ingin mencermati efektivitas ldneija ganjil-genap yang disertai tindakan.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa mengatakan, uji coba penutupan periodik 19 pintu tol dilakukan 1 Agustus esok. ”Uji coba hanya dilakukan satu hari,” katanya

Sepuluh pintu tol yang akan ditutup mengarah dari Wisma Atlet ke kompleks Gelora Bung Karno (GBK) pukul 06.00-17.00. Pintu tol ini merupakan jalur keberangkatan atlet dan ofisial, yakni Ancol Barat, Jembatan Tiga 1, Angke 2, Tanjung Duren, Off Ramp RS Harapan Kita, Slipi 2, Podomoro, Rawamangun, Pedati, dan TMII.

Adapun penutupan sembilan pintu tol dari GBK ke Wisma Atlet dilakukan pukul 12.00-21.00. Sembilan pintu tol di jalur kepulangan ialah Gedong Panjang 2, Jembatan Tiga 2, Angke 1, Jelambar 1, Slipi 1, Sunter, Jatinegara, Kebon Nanas, dan TMII.

Tata angkutan umum

Yoga Adiwinarto, Country Director Institute for Transportation and Development Policy Indonesia, mengatakan, upaya mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum saat ganjil-genap ini perlu diikuti pelayanan yang memadai.

Untuk bus transjakarta, Yoga berpendapat, perlu ada sterilisasi jalur bus. ’’Mulai 1 Agustus, sterilisasi jalur bus transjakarta harus ketat. Biar saja jalur untuk mobil pribadi macet padat. Namun, koridor harus steril guna memperlancar bus. Itu upaya untuk menghargai penumpang kendaraan umum. Untuk itu, polisi juga harus ketat menerapkan sterilisasi ini,” ujarnya.

Koridor yang steril bisa memberikan jaminan layanan kepada penumpang umum. ’’Masalahnya, kalau sudah memaksa orang naik transjakarta, jangan sampai para penumpang terganggu lagi dengan jalur yang tidak steril, peijalanan yang tidak lancEir supaya ujung-ujungnya masyarakat tidak naik ojek daring,” ujar Yoga:

Ia juga menyoroti kebutuhan penataan simpul transit angkutan umum, seperti di Stasiun Palmerah, Tanah Abang, Tebet, dan Cawang.

Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menuturkan, proses sterilisasi jalur transjakarta belum bisa total karena ada pembangunan infrastruktur di sejumlah koridor transjakarta. (HLN/DEA/RTS/NDY/WAD/KYR/E09/E11/E20)

 

 

menu
menu